Cinta itu apa sih? Terus ketika dengar kata cinta apa sih yang dirasakan? Lalu bolehkah kita jatuh cinta? Pertanyaan itu ditujukan oleh Ka Inas selaku pemateri kepada para peserta Majelis Taklim Remaja di Leces pada ahad (26-05-2024).
Cinta imbuhnya, cinta adalah sebuah perasaan yang muncul disaat kita memiliki rasa terhadap orang yang disayangi. Saat kita merasakan cinta kita akan merasa bahwa si dia itu memperhatikan kita atau bahkan kita merasa salting disaat tidak sengaja berpapasan, lalu pertanyaannya apakah boleh kita jatuh cinta? Kak Inas menjawab boleh karena cinta itu naluri/gharizah manusia yang memang sudah Allah fitrahkan kepada setiap manusia, akan tetapi banyak remaja yang salah kaprah dalam mengekspresikan cintanya.
Bagaimana tidak salah kaprah dalam mengekspresikan cintanya kalau saat ini saja kita hidup diera sistem non islam, yang memiliki asas kebebasan dan memisahkan agama dari kehidupan atau yang disebut dengan kehidupan sekulerisme-liberal, ungkapnya.
Kak Inas sapaan akrabnya juga menyampaikan bahwa saat ini kita hidup diera sistem yang dimana tidak ada batasan antara laki-laki dan perempuan, sehinggga bebas melakukan apapun asalkan suka sama suka dan bebas berpakaian dengan busana apapun, jadi wajar saja kalau menurut remaja sekarang kalo gak pacaran gak afdhol, tegasnya.
Para remaja semakin salah kaprah dalam mengekspresikan cintanya karena tentang cinta itu sendiri sudah semakin masif dipromosikan lewat berbagai media, seperti film, lagu, sinetron, tayangan tv, sosial media, novel/komik semua isinya tentang cinta, bebernya. Lantas bagaimana solusi yang tepat dalam mengekspresikan rasa cinta ini tanyanya dengan penuh semangat?
Kak Inas menyampaikan bahwa agar rasa cinta kita terjaga disistem hari ini, sudah seharusnya kita kembali kepada syariat islam, karena islam memiliki seperangkat aturan untuk menyalurkan naluri (gharizah nau’) sesuai jalurnya dengan mengatur interaksi laki-laki dan perempuan dikehidupan umum, melarang segala hal yang mendekatkan zina, mengatur cara berpakaian, mengarahkan pemenuhan gharizah nau’ pada jalan yang benar serta mengatur berbagai media dari hal-hal yang membangkitkan gharizah nau’.
Terakhir kak inas menegaskan bahwa jika kita memiliki rasa cinta maka jangan hancurkan cinta itu dengan maksiat, akan tetapi rawatlah cinta itu dengan memperdalam ilmu islam, memperbanyak kawan shalihah, menyibukkan diri pada hal-hal yang bermanfaat serta menyebarkan kebaikan kepada sesama dan menyalurkan kasih sayang kepada yang berhak, yakni keluarga dan saudara.
Akhir acara ditutup dengan doa. Dan meriahkan pula dengan foto bersama dan foto boot bagi masing-masing peserta. Antusiasme peserta dinyatakan dengan kesediaannya untuk mengikuti kajian di bulan berikutnya.
Reporter oleh Ayu Septia
No comments:
Post a Comment