Oleh Sri Syahidah
(Aktivis Muslimah)
Tahun ajaran baru segera tiba. Para orang tua kembali dibuat pusing dengan berbagai iuran dana pendidikan. Mulai dari uang perpisahan, uang SPP, daftar ulang, PPDB, uang seragam dan berbagai iuran dana pendidikan. Belum lagi kenaikan uang UKT bagi para mahasiswa di Perguruan Tinggi.
Datangnya tahun ajaran baru terkadang menjadi beban rutin yang dirasakan oleh para orang tua. Ditambah lagi dengan rumitnya prosedur PPDB yang berubah-ubah. Sistem zonasi, pendaftaran online, dan lain sebagainya. Apalagi bagi para orang tua yang memang tidak mengerti tentang sistem teknologi.
Biaya kebutuhan hidup yang semakin tinggi, pendidikan semakin mahal, kesehatan yang juga mahal menjadi pemicu stres pada masyarakat. Tak ada yang menjamin semua itu saat ini. Ditambah beban pajak dari berbagai lini kehidupan. Lengkap sudah penderitaan masyarakat.
*Menyelesaikan Masalah dengan Masalah *
Tingginya biaya pendidikan menjadi PR semua pihak. Dari para orang tua, mahasiswa maupun pihak pemerintah sendiri. Rakyat diberikan kebebasan untuk memikirkan sendiri dari mana mendapatkan biaya pendidikan.
Negara memang tidak lepas tangan sama sekali, negara memang memberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa tetapi tidak semua bisa memperolehnya.
Pinjaman Online atau pinjol menjadi pelarian bagi mahasiswa dan orang tua. Bukannya menjadi solusi yang bisa mengatasi masalah, pinjol malah menambah masalah baru.
Begitulah realitas lika-liku meraih pendidikan dalam sistem saat ini. Jatuh bangun hingga harus berjuang demi mencerdaskan generasi.
*Islam Mencerdaskan Generasi*
Islam adalah agama yang memerintahkan kepada manusia manusia senantiasa terus belajar. Seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah saw dalam sabda beliau bahwa : Belajarlah mulai dari buaian hingga masuk ke liang lahat.
Visi pendidikan dalam Islam adalah menjadikan generasi yang memiliki kepribadian Islam yang memiliki pola pikir dan pola sikap yang Islami. Atas dasar itu maka negara Islam akan menyediakan pendidikan yang semurah-murahnya atau bahkan gratis bagi semua kalangan rakyat.
Negara Islam juga akan memberlakukan kebijakan ekonomi Islam agar semua rakyatnya sejahtera. Pinjaman-pinjaman baik offline maupun pinjaman online akan di dasarkan kepada aturan Islam. Riba akan dilarang oleh negara. Apalagi pinjaman untuk biaya pendidikan.
Semua kebijakan akan didasarkan pada syariat Islam sehingga tiada lagi orang yang stres gara-gara memikirkan biaya sekolah seperti saat ini. Penerapan syariat Islam secara menyeluruh ini hanya bisa diterapkan dalam sebuah institusi negara yang menerapkan aturan Islam secara menyeluruh. Dan hanya negara Khilafah Islamiah saja yang bisa menerapkannya, bukan negara sekuler kapitalisme. Sudah saatnya kita berupaya untuk mewujudkannya.
Wallahu a’lam..
No comments:
Post a Comment