Ramadhan Menjelang Kenaikan Harga Makin Menjulang

 Oleh : Yanti Mursidah Lubis | Aktivis Muslimah


Nusantaranews.net - Ramadhan, tidak hanya beras yang harganya naik. Berbagai kebutuhan pokok lain, seperti minyak goreng, gula pasir, cabai merah, dan telur ayam ras, juga turut melambung. Kantor Staf Presiden meminta pemerintah juga turut andil alam menstabilkan harga sejumlah komoditas pangan itu supaya tidak semakin mahal.


Hal itu mengemuka dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara hibrida di Jakarta, Senin (19/2/2024). Rapat yang dipimpin Inspektur Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir itu dihadiri pula Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono.

Kenaikan harga terus berulang menjelang Ramadhan setiap tahunnya.  Negeri yang menganut sistem demokrasi kapitalis membuat kebijakan pertanian dan perdagangan amburadul oleh adanya domonasi kapitalisme. Sehingga membuat produktivitas pangan negeri ini justru sangat tergantung pada korporasi bahkan impor. Tentu hal ini berimplikasi pada hilangnya kendali negara atas penguasaan cadangan dan stok pangan. Padahal Indonesia dianugerahi kekayaan sumberdaya pangan pertanian berupa lahan yang begitu subur luas dan dapat ditanami dengan komoditas pangan yang sangat beragam. Sedangkan pada aspek distribusi sangat terlihat penguasa tidak memberi jaminan ketersediaan bahan pangan.


Hal ini wajar terjadi sebab sistem kapitalisme telah menjadikan penguasa tidak hadir sebagai pengurus rakyat  mereka duduk berkuasa ganya sebagai regulator. Alhasil pasar dan harga pangan menjadi tempat bermain para spekulan yang tidak lain adalah mafia pangan akan sengaja menahan dan menimbun pasokan barang hingga terjadi kelangkaan, dengan begitu mereka akan mudah menjual barang dengan harga yang tinggi untuk meraup keuntungan yang tinggi atau mendorong penguasa untuk melakukan impor komoditas tersebut.


Kebijakan impor pun sangat mudah dilegalkan sebab sistem demokrasi meletakkan kedaulatan hukum ditangan manusia atau penguasa, sehingga aturan bisa diubah dan direvisi. Terlebih selama kebijakan yang dibuat menguntungkan para korporat atau para mafia penguasa akan mudah melegalkannya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk balas budi karena para korporat tersebut telah membantu para penguasa untuk meraih kekuasaan demokrasi yang mahal. Dengan demikian naik turunnya harga barang bukanlah cerminan keseimbangan supply dan demand namun lebih akibat dari distorsi distribusi pasar karena penimbunan kartel dan sebagainya.



Problem kenaikan harga pangan ini akan selalu berulang jika negeri ini tetap meneraapkan sistem demokrasi kapitalis untuk mengurus rakyat. Kondisi ini tidak akan terjadi jika konsep distribusi diatur oleh islam. Islam sebagai agama ideologis yang tidak hanya mengatur urusan ibadah ritual dan spiritual melainkan juga mengatur tata cara bernegara memiliki seperangkat aturan agar tidak tercipta kelangkaan dan kebaikan harga bahan pangan. Aturan ini secara praktis akan diterapkan dalam sebuah negara yaitu Khilafah Islamiyah. Adapun upaya yang akan dilakukan khilafah untuk menjaga kestabilan harga dan stok pangan adalah khilafah akan memperbaiki kebijakan untuk meningkatkan produksi pertanian melalui intensifikasi dan ekstensifikasi.


Intensifikasi ditempuh dengan jalan penggunaan sarana produksi pertanian  yang lebih baik untuk itu khilafah akan menerapkan kebijakan pemberian subsidi untuk keperluan sarana produksi pertanian keberadaan dewan stok atau biro subsidi dalam Baitul Mal akan mampu menjamin keperluan keperluan mejadi prioritas pengeluaran baitulmal. Para petani akan diberikan berbagai bantuan dukungan dan fasilitas dalam berbagai bentuk seperti model peralatan benih teknologi teknik budidaya obat-obatan. Resort pemasaran informasi dan sebaginya baik secara langsung atau semacam subsidi maka seluruh lahan yang ada akan produktif. Khilafah juga akan membangun infrastruktur pertanian jalan komunikasi dan sebagainya. Sehingga arus distribusi lancar ekstensifikasi pertanian dilakukan untuk meningkatkan luasan lahan pertanian yang diolah, untuk itu khilafah akan menerapkan kebijakan yang dapat mendukung terciptanya perluasan lahan pertanian tersebut diantaranya  khilafah akan menjamin kepemilikan lahan pertanian yang diperoleh dengan jalan menghidupkan lahan mati.


Berharap pada sistem kapitalis hanya akan membuat rakyat tambah sengsara. Hanya Islam satu-satunya sistem yang mampu menjamin kesejahteraan bagi umatnya dan mampu mengendalikan harga pangan.

Post a Comment

Previous Post Next Post