Islamophobia Terus Bergema, Apa yang Dilakukan Dunia?

 

Oleh: Fadia Nur Baiti

Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta

 

Agresi militer Zionis Yahudi terhadap Palestina telah berlangsung selama lima bulan dan terus memakan korban jiwa mencapai lebih dari 30.000 orang. Namun, kasus Islamophobia dan dan anti semitisme meningkat di Eropa sejak agresi Zionis Yahudi terhadap Palestina berlangsung. Aktivis ekstrem kanan juga melakukan tindakan provokatif berupa aksi perusakan Al-Qur’an yang mana mencederai hati umat Muslim di seluruh dunia.

 

Di Inggris, kebencian terhadap Muslim meningkat hingga tiga kali lipat semenjak genosida Zionis Yahudi terhadap Gaza. Perempuan pun menjadi korban dari islamophobia yang terjadi di negara tersebut. Seorang wanita Muslim yang berbicara kepada saluran berita Inggris Sky News, menyatakan dia bisa saja terbunuh oleh batu bata yang dilemparkan melalui jendela karena dukungannya terhadap Palestina (Dikutip: khazanah.republika.co.id).

 

Di Stockholm, Swedia, sebuah masjid menjadi sasaran serangan islamophobia pada 21 Februari 2024, yakni terdapat tulisan ancaman bunuh Muslim di dinding masjid. Sebuah surat berisi zat bubuk dan bom palsu juga pernah ditemukan di masjid tersebut. Asosiasi Islam Stockholm mendesak para politisi Swedia untuk memprioritaskan keselamatan komunitas Muslim di negara tersebut, dan mengatakan bahwa masjid pada khususnya harus menjadi agenda politik yang lebih tinggi (Dikutip: www.viva.co.id).

 

Islamophobia menjadi salah satu serangan terhadap Islam karena kebencian musuh-musuh Islam. Ini terjadi karena lemahnya PBB untuk menghilangkan kejahatan dan menjaga umat manusia. Islam dipandang sebagai hal yang menakutkan semenjak tragedi 9/11 dan Amerika secara terbuka melakukan perang melawan teror dan menyatakan bahwa Osama bin Laden adalah pelaku utama peledakan yang bertujuan mengancam kepentingan Barat di mana pun.

 

Media massa Barat berperan menyebarkan islamophobia dengan narasi radikalisme dan terorisme. Kemunculan islamophobia tidak terlepas dari perang ideologi yang abadi antara Islam dan Kapitalisme. Umat Islam harus menyadari bahwasannya islamophobia merupakan respon ketakutan akan kebangkitan Ideologi Islam yang akan memimpin dunia. Keberadaan khilafah Islam selama lebih dari 13 abad memberikan pemahaman umat Islam bahwa khilafah adalah perisai kaum Muslimin. Pada masa itu, khilafah berhasil menjaga dan melindungi umat Islam dari kezaliman.

 

Umat Islam harus mengambil sikap terhadap negara-negara Barat atas pemberitaan yang menyesatkan. Caranya adalah melakukan dakwah dengan menjelaskan ajaran Islam yang sesungguhnya sehingga masyarakat menjadi paham bahwa Islam merupakan Ideologi, rahmat dari Allah SWT, bukan suatu keburukan.

 

Dakwah Islam bersifat pemikiran dan tanpa kekerasan sehingga tidak mungkin melakukan terorisme karena ancaman sesungguhnya adalah sistem Kapitalisme. Kondisi umat Islam saat ini yang terpuruk membutuhkan institusi Khilafah sebagai kekuatan global termasuk persoalan di Palestina. Hadirnya Ideologi Islam di kehidupan menjadi sangat urgen.[]

Post a Comment

Previous Post Next Post