Harga Kebutuhan Pokok Naik, Rakyat Makin Tercekik

 



Oleh Ummu Afif

Pegiat Literasi

 

Eforia Pemilu telah usai. Janji manis, makan siang gratis, akan tambah miris. Karena rencana makan siang gratis yang menjadi andalan salah satu paslon yang di taksir akan menelan biaya Rp400 triliyun. Hal ini tentunya akan meningkatkan ratio perpajakan (tax ratio) dan mengurangi subsidi energi kedepannya. Bloounberg TV, Kamis (15/2/2024).


HIDUP SAAT INI MAKIN SULIT

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Gambaran kondisi saat ini yang dirasakan masyarakat menengah ke bawah. Kebutuhan pokok semua mahal mulai dari beras, minyak, gula, telur, cabe, bawang, sayuran, ikan dan lain sebagainya.


Karena pendapatan dan pengeluaran tidak seimbang, maka banyak masyarakat yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka sudah pasti kesengsaraan dan kemiskinan akan makin meningkat tajam.


Tidak dinafikan, adanya kenaikan bahan pokok ini pemerintah telah memberikan solusi dalam bentuk bantuan, baik berupa BLT, PKH, BPNT. Namun, bantuan tersebut tidak menyelesaikan masalah karena hanya dalam waktu tertentu dan diberikan kepada sebagian masyarakat saja. Sementara yang merasakan dampak kenaikan harga pokok adalah seluruh rakyat indonesia dalam waktu yang sangat lama bahkan tidak akan pernah berakhir.


BIANG DEMOKRASI KAPITALIS

Penyebab naiknya harga kebutuhan pokok karena pemerintah Indonesia menerapkan sistem demokrasi kapitalis yang melahirkan penguasa yang bertugas melayani pengusaha atau pemilik modal. Bagaimana pengusaha dan pemilik modal diberikan ruang untuk memperbanyak keuntungannya, dengan dalih bahwa mereka penyumbang terbesar pajak sebagai pemasukan terbesar dalam anggaran belanja negara. Jadi yangbterjadi penguasa bukan melayani rakyat sebagaimana harusnya.


Pada sistem demokrasi kapitalis akan selalu mencekik dan membunuh rakyat, karena prinsip pengelolaan ekonominya semata-mata bisnis mengejar cuan.


Dalam sistem demokrasi kapitalis mekanismenya membebaskan pada pengusaha dalam menguasai seluruh rantai penyediaan pangan yang semuanya dikendalikan. Mulai jenis pangan apa saja, kwalitasnya bagaimana, harganya berapa. Maka tidak heran jika harga kebutuhan pokok setiap saat bisa berubah


ISLAM SOLUSI TUNTAS

Dalam Islam, pemimpin lahir karena ketaqwaan kepada Allah Swt. Islam memiliki sistem politik dan ekonomi yang orientasinya untuk kesejahteraan rakyat. Khalifah sebagai penanggung jawab penuh dan sebagai pelayan rakyat.


Islam melarang keras memonopoli barang, mematok harga, menimbun bahan pangan. Praktik penimbunan  di haramkan dalam Islam.


Selain itu khalifah wajib memenuhi semua kebutuhan rakyat baik berupa sandang, pangan, papan, keamanan, kesehatan dan pendidikan. Negara wajib menyediakan lapangan pekerjaan. Laki-laki wajib bekerja sesuai keahlianya dalam rangka pemenuhan nafkah pada keluarganya. Sedangkan bagi masyarakat yang tidak mampu karena lemah, sakit, cacat pemenuhanya diambilkan dari baitul mal negara.


Karena Rasulullah bersabda: "Imam/khalifah itu laksana gembala dan hanya ialah yang bertanggung jawab terhadab hewan gembalanya." (H.R Bukhari dan Muslim)


Wallahualam bissawab

Post a Comment

Previous Post Next Post