MAMPUKAH PERAMPASAN RUANG HIDUP DIHENTIKAN?


Oleh : Ummu Mumtazah 
(Pegiat Literasi)


Sejak adanya peristiwa penggusuran di Tanah Rempang terungkap, kini semuanya semakin terbuka bahwa hal itu bukan hanya terjadi di Rempang tetapi masih banyak lagi  kejadian yang serupa di negeri ini yang butuh penyelesaian, karena hal tersebut memberikan  pengaruh kepada umat manusia secara keseluruhan baik fisik maupun non fisik.


Banyaknya pembangunan dan sarana-sarana yang akan memuluskan asing demi kepentingannya kini dipermudah dengan dalih PSN ( Proyek Strategis Nasional ). Anehnya, semua kepentingan itu rakyatlah yang selalu jadi korban dengan kebijakan yang tidak jelas. Padahal dengan pembangunan proyek-proyek strategis tersebut hanya akan menyusahkan dan merugikan rakyat kecil dengan merampas lahannya dan menggantinya dengan yang tidak sesuai bahkan tidak diganti rugi sama sekali.


Perampasan lahan  yang memicu kepada konflik lahan adalah satu keniscayaan dalam sistem kapitalisme demokrasi yang melahirkan politik oligarki yang berpihak kepada penguasa. 


Sistem  kapitalisme nyata-nyata telah merusak tatanan kehidupan dalam setiap aspek, mereka yang bermodal mereka yang diuntungkan.


Sungguh, kapitalisme yang diterapkan penguasa saat ini tidak akan pernah menjamin ruang hidup  aman dan nyaman bagi rakyatnya. Pemerintah akan   tetap membuka peluang bagi investasi asing dalam segala bidang, termasuk industri multisektor, hilirisasi, bahkan transisi energi. Pemerintah lebih memilih investor asing daripada rakyat sendiri.

(walhi.or.id)


Sebenarnya digenjot sekuat apapun proyek tersebut selamanya tidak akan menguntungkan rakyat.  Rakyat hanya kebagian imbasnya atas lahan yang dijadikan tempat  PSN tersebut. Rakyat kehilangan mata pencaharian, kehilangan kebiasaan di lingkungan yang sudah melekat, kehilangan masa depan bahkan kebahagiaan.


Islam Menghilangkan Perampasan dan  Sengketa Lahan


Walaupun diiming-iming dengan harta apapun, dengan ganti yang besar tetapi kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat tidak akan terwujud selama pemerintah masih memuluskan dan kerjasama dengan  pengusaha asing. Karena hanya angin surga yang didapat bukan kenyamanan karena  rakyat diperalat  demi tercapainya keinginan dan keuntungan para investor saja.


Hal itu sebuah keniscayaan dalam sistem kapitalis yang harus segera diselesaikan untuk mengurangi korban-korban selanjutnya.


Hanya Islam yang bisa mengatasi permasalahan perampasan lahan bahkan sampai ke akar-akarnya.


Islam mengatur Pertanahan dalam mengatasi konflik agraria yang terjadi saat ini. Karena dengan menerapkan sistem kepemimpinan Islam, khilafah dalam pengurusan dan perlindungan kebutuhan rakyat akan menjamin rasa aman dan nyaman.


Dalam pandangan Islam, segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, termasuk tanah hakikatnya adalah milik Allah SWT. Kemudian syariat Islam mengatur dengan jelas dan rinci mengenai status kepemilikan tanah. Tanah milik umum haram dikuasai swasta. 


Dengan demikian, terkait kepemilikan tanah dalam Islam, tidak ada satu hukum  pun yang boleh digunakan untuk mengatur persoalan tanah, kecuali hukum-hukum Islam yang berasal dari Allah SWT.


Hanya dengan Islam lah semua permasalahan pertanahan  akan dilaksanakan untuk kepentingan rakyat yang didukung dengan kebijakan yang melindungi rakyat dan membawa kemaslahatan dunia akhirat.


Wallaahu a'lam bish-shawwab

Post a Comment

Previous Post Next Post