Badai PHK Massal, Kehidupan Rakyat Makin Terpuruk


Oleh: Nurlina 
(Praktisi Pendidikan) 


Tahun 2024 baru saja kita  nikmati dan belum genap satu bulan berjalan, namun berita badai pemutusan hubungan kerja sudah menghiasi media sosial. Dan yang lebih miris lagi, penderitaan yang dialami oleh rakyat terkait melambungnya sejumlah kebutuhan hidup juga belum usai. 


Kabar pemutusan hubungan kerja datang dari PT Hung-A Indonesia, yang melakukan PHK kepada karyawannya secara besar- besaran yakni sekitar 1.500. Ini terjadi lantaran semua operasional dan produksi akan ditutup mulai februari nanti, dan ini menjadi berita terburuk pertama  dari sektor manufaktur RI diawal tahun 2024. Informasi ini beredar melalui akun Instagram @bekasi.kita.


Kabar yang beredar tidak hanya datang dari PT Hung-A, Perusahaan Pemasok Otomotif Bosch juga akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Terdapat 1.200 karyawan di divisi  pengembangan perangkat lunak yang terdampak PHK pada akhir 2026.


 CNBC Indonesia - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan, bahwa tren pemutusan hubungan kerja akan tetap berlanjut di tahun 2024 .

Lantas sampai kapan  badai PHK akan terus berlanjut?


Semakin Terpuruk


Bagi masyarakat, bekerja adalah salah satu aktivitas yang menjadi sebab kepemilikan harta bagi seseorang. Aktivitas ini dilakukan dalam rangka memenuhi kehidupan hidupnya.


Dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup, tidak serta - merta menjadikan masyarakat mudah mendapatkan semua itu. Fenomena PHK massal kembali  menghiasi kehidupan saat ini,  menjadikan  masyarakat menjadi sulit dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.


Buruknya situasi ekonomi dunia termasuk Indonesia yang tak lain karena penerapan sistem ekonomi kapitalis yang egois. Alhasil  rakyat menjadi korban dari sistem ini, sedangkan disisi lain ada pihak yang diuntungkan yaitu pihak  perusahaan.


PHK ini juga membuat iklim usaha menjadi tidak kondusif, sementara jaminan dari negara tidak ada. Bantuan yang dilontarkan oleh pemerintah dalam bentuk bantuan sosial nyatanya tidak menyeluruh  dirasakan oleh masyarakat, sehingga ini juga tidak bisa dijadikan solusi.


Salah satu ciri khas dari negara yang menganut sistem kapitasilme adalah, tidak adanya sistem penjaminan sosial terhadap rakyat. Bahkan regulasi yang terkait dengan pesangon dan hak tiap warga tidak bisa menjadi harapan karena berisi ketidakpedulian untuk para pekerja.


Sistem kapitalisme merupakan sebuah sistem dimana dalam sistem ekonominya memberikan kebebasan seluas luasnya kepada individu dalam kegiatan perekonomian. Sehingga dalam hal ini individu memiliki kekuasaan dan keleluasaan dalam mengelolah aktifitas perdaagangan, industri alat-alat produksi tanpa campur tangan ataupun aturan dari pemerintah. Bisa kita lihat contoh dari ketiadaannya aturan yang tegas dari pemerintah,  menjadikan banyak perusahan- perusahaan yang berorientasi pasar lokal yang  melakukan impor menjadi  tidak terkendali.


Banyaknya PHK disejumlah perusahaan/ pabrik, hal tersebut bisa meningkatkan jumlah angka kemiskinan, sebab akan terjadi pengangguran dimana-mana. Oleh karena itu yang dibutuhkan oleh rakyat selaku pekerja adalah sistem kerja yang bisa memberi jaminan dan perlindungan. Pekerjaan harusnya dibuka seluas-luasnya agar kehidupan masyarakat banyak bisa terjamin.


Sistem Islam Melindungi Hak- Hak pekerja


Dalam Islam, aktivitas bekerja merupakan salah satu amal saleh, karena merupakan suatu kewajiban bagi laki-laki yang sudah balig. Bekerja juga bisa mendatangkan suatu kesuksesan, manfaat dan perubahan. Dalam Islam, negara berkewajiban untuk menjamin kebutuhan masyarakat dan memberikan peluang sebaik mungkin agar setiap warga bisa mengakses kebutuhan pelengkap sesuai kebutuhan. Memiliki berbagai mekanisme yang menjamin para pekerja hidup sejahtera tanpa ada kedzoliman.


Dalam Islam, kewajiaban dalam periayahan bisa kita lihat diantaranya : 

Pertama, manusia dipandang sama yang semuanya berhak untuk mendapatkan kesejahteraan dan ini dijamin oleh negara. Tanpa memandang apapun jabatan baik dari pegusaha maupun buruh kasar  yang bekerja dalam sebuah perusahaan.

Kedua, Islam memberikan jaminan dalam hal pemenuhan sandang, pangan dan papan, pendidikan dan kesehatan juga menyangkut keamanan dalam pekerjaan  serta hak- hak para pekerja terlindungi. 

Ketiga, adanya perjanjian antara pekerja dan pihak perusahaan yang sesuai syariat, tanpa adanya kedzoliman dari pihak perusahaan terhadap pekerjanya. Tidak ada yang dirugikan dalam hal ini tapi saling menguntungkan kedua belah pihak.

Dan keempat, Pemberian upah kepada para pekerja didasarkan kepada ahli bukan kepada negara. Dan pengupahan tidak pula didasarkan atas kebiasaan penduduk setempat.


Dalam sabda Rasulullah SAW, ‘’ Imam (khalifah) yang  menjadi pemimpin manusia laksana penggembala. Hanya dialah yang bertanggung jawab terhadap (urusan) rakyatnya.’’

Mengabaikan perannya sebagai pemimpin adalah sebuah kedzoliman, seorang  pemimpin dalam negara Islam berkewajiban menyediakan lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya bagi rakyat. Dari buruh, pengusaha bahkan dalam hal ini ASN semuanya sama dalam hal pelayanannya.


Demikianlah Islam diturunkan untuk merealisasikan kemaslahatan bagi manusia dan menghilangkan kemudharatan. Islam mampu mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk mengatur ekonomi dan Islam punya solusi untuk masalah ekonomi.

Post a Comment

Previous Post Next Post