Kapitalisme Ilusi Mengatasi Pangan Murah


Oleh Anis Nuraini


Harga pangan di sejumlah daerah Depok mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, komoditas bahan pangan selain beras premium mengalami kenaikan, bawang merah, bawah putih, cabai rawit merah, daging sapi murni, telur ayam, dan gula sama mengalami kenaikan.

(24-11-2023 .www.liputan6)


Beras merupakan bahan pokok kebutuhan rakyat Indonesia dan banyak dibeli, sehingga mengalami kenaikan. Selain beras, harga bahan pangan lain ikut mengalami kenaikan.


Berdasarkan panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), rata-rata harga beras premium mengalami kenaikan 0,40 persen menjadi Rp 15.020 per kilogram Minggu, 26 November 2023. Kenaikan juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih. Bawang merah naik 0,52 persen menjadi Rp 29.160, sedangkan bawang putih naik 0,84 persen menjadi Rp 35.860. Harga cabai rawit merah naik 0,38 persen menjadi Rp 82.370. 


Begitu pula dengan harga daging sapi murni dan telur ayam ras. Harga daging sapi murni naik 0,23 persen menjadi Rp 134.740. Sedangkan, telur ayam ras naik 0,21 persen menjadi Rp 28.220.

(Minggu, 26 -11-2023. bisnis.tempo)


Mahalnya harga bahan pangan disebabkan permintaan naik dan kemarau panjang dampak fenomena El Nino, sehingga para petani gagal panen membuat para petani gigit jari karena megalami kerugian. Alhasil, negara terus menyandarkan kebutuhan pangannya dari impor, padahal impor yang dilakukan secara terus-menerus, bukti kelemahan negara dalam mencukupi kebutuhan rakyatnya. 


Faktor lainya yaitu banyak lahan pertanian dialih fungsikan ke non pertanian, selain itu distorsi pasar yang menyebabkan dinamika harga barang pangan melambung, seperti penimbunan dan intervensi harga pangan oleh para mafia pangan yang

menguasai pasar dan dijual dengan harga tinggi sekehendaknya pada saat khalayak ramai membutuhkannya.


Sedangkan tugas negara berkewajiban untuk menyediakan pangan murah bagi rakyatnya guna memenuhi kebutuhan pangan mereka dan sudah seharusnya melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi kenaikan harga pangan.


Namun saat ini, ketahanan pangan mustahil dapat terwujud dalam sistem kapitalisme karena, negara telah gagal menjamin pangan murah untuk rakyatnya dan negara seolah-olah membiarkan  distorsi pasar seperti penimbunan oleh mafia pangan untuk memperoleh keuntungan yang besar. Negara hanya sebagai regulator dan fasilitator, karena kebijakan pemerintah memuluskan dan berpihak kepada para kapitalis untuk menguasai  kebutuhan sektor vitap masyarakat, mulai dari produksi hingga distribusi.


Dalam Islam negara akan menjamin dan menyelesaikan masalah kenaikan harga bahan pangan, berbagai kebijakannya juga mampu menahan gejolak harga pangan, negara akan mengupayakan bagaimana agar produktivitas  pangan tetap stabil di tengah cuaca ekstrem  (El Nino) dengan mengembangkan teknologi pertanian.


Sehingga negara tidak perlu impor hanya untuk memenuhi stok pangan dalam negeri. Negara tidak akan mengalihkan fungsi lahan yang subur untuk pembangunan pabrik atau perumahan. Tetapi akan memperluas produksi area lahan sawah dan pertanian, seperti menghidupkan tanah kosong (mati) yang ditinggal dan ditelantarkan oleh pemiliknya selama tiga tahun.


Mulai dari memberikan pupuk dan benih murah, untuk para petani bahkan secara gratis dan memberikan pelatihan, edukasi, atau penyuluhan bagi petani agar dapat mengelola pangan secara mandiri dengan teknologi dan peralatan yang canggih dan tidak akan meminta  bantuan campuran pihak swasta apalagi asing, dari hulu hingga hilir. Menjamin kelancaran produksi hingga distribusi sehingga terpenuhi ketersediaan pangan.


Jika terjadi kelangkaan negara akan menyuplai dari daerah lain. Negara akan melarang praktik-praktik kecurangan, seperti penimbunan, melarang riba, kartel, melarang praktik tengkulak dan monopoli pasar.


Negara juga memberikan sanksi  yang tegas dan efek jera sesuai aturan Islam dengan ancaman keras, Rasulullah saw. bersabda,


مَن دَخَلَ في شَيءٍ من أسعارِ المُسلِمينَ لِيُغلِيَه عليهم، فإنَّ حَقًّا على اللهِ تَبارك وتَعالى أنْ يُقعِدَه بعُظْمٍ من النَّارِ يَومَ القيامَةِ.


“Siapa yang mempengaruhi harga bahan makanan kaum muslimin sehingga menjadi mahal, merupakan hak Allah untuk menempatkannya ke dalam tempat yang besar di neraka nanti di hari kiamat.” (HR. Ahmad)


Maka, hanya dengan sistem Islam saja, sistem yang terbukti mampu menjamin tersedianya stok pangan untuk mencukupi kebutuhan pokok masyarakat.

Post a Comment

Previous Post Next Post