ODK Gelar Webinar dengan Tema "How To Deal With Quarter Life Crisis”

 


10 Oktober diperingati sebagai hari kesehatan mental dunia. Peringatan akan hari kesehatan mental dunia ini sudah dimulai sejak tahun 1992 yang ditandai dengan upaya Federasi Kesehatan Mental Dunia (WFMH). Perhatian terhadap kesehatan mental mendapatkan respon yang sangat baik dengan ditandai bergabungnya 150 negara sebagai anggotanya.


Menilik pada kasus yang terjadi beberapa waktu ini, tingginya tingkat kematian akibat bunuh diri di Indonesia. Adapun beberapa korban disinyalir mengakhiri hidupnya dikarenakan adanya gangguan mental karena tekanan lingkungan atau hidup. Rata-rata dari korban merupakan mahasiswa dalam rentang usia 18 tahun sampai dengan 25 tahun.



Situasi dan kondisi sekarang, sudah banyak masyarakat yang mulai peduli akan kesehatan mental. Namun, tidak sedikit yang meanggap kesehatan mental adalah hal yang dianggap kesalahan si pengidapnya yang dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat religius.


Tepat pada hari Selasa, 10 Oktober 2023, Ophir Dirgantara Karya yang merupakan organisasi pemuda pemudi dari Sumatera Barat yang berasal dari kalangan mahasiswa dari berbagai jurusan, di antaranya hukum, akuntansi, dan ekonomi, mengadakan sebuah kegiatan dalam memperingati hari kesehatan mental dunia. ODK sebutan untuk organisasi ini mengusung kegiatan webinar dengan tema "How To Deal With Quarter Life Crisis”. Kegiatan ini lebih menyasar kepada mahasiswa karena dianggap quarter life crisis sering dihadapi manusia dalam rentang umur 19 tahun sampai dengan 26 tahun yang mana fase umur tersebut banyak dialami mahasiswa.


Pelaksanaan webinar yang diselenggarakan ODK ini melibatkan narasumber yang memiliki keahlian di bidang tersebut dengan pembicara pertama Prof. Ifdil, S.HI., S.Pd., M.Pd., Ph. D., Kons dan pembicara kedua Anandre Forastero, M.Psi., Psikologi. Prof. Ifdil yang merupakan guru besar Universitas Negeri Padang dan juga Wakil Presiden I Southeast Asia Mental Health and Counseling Association (SAMHCA) memberikan pemaparan yang sangat apik dengan menjelaskan secara detail mengenai quarter life crisis dengan teori psikologi serta memberikan motivasi dan solusi dari permasalahan tersebut dari sisi konseling dan agama. Prof. Ifdil menyampaikan harapan agar tidak ada lagi acara dengan tema ini sebagai tanda bahwa kesehatan mental dapat teratasi dengan baik. 


Di samping itu, Kak Andre sapaan akrab untuk pembicara kedua mengemas penyampaiannya dengan kata-kata yang sangat menyentuh dan relate dengan keadaan mahasiswa sekarang. Kak Andre lebih menyampaikan materi dengan menyasar keadaan dan kenyataan sekarang. Ia juga memberikan solusi-solusi sederhana yang dapat langsung diimplementasikan oleh peserta. Salah satu kalimat yang disampaikan Kak Anandre dalam memotivasi peserta yaitu “People do not decide their future. They decide their habits and their habits decide the future”. Harapannya, generasi muda dapat mengubah kebiasaan mereka yang membawa manfaat kepada diri untuk mempersiapkan diri mengentaskan keraguan untuk menghadapi masa depan.


Webinar ini mendapatkan antusias yang luar biasa dari masyarakat. Kegiatan ini dibuka untuk umum untuk seluruh masyarakat Indonesia. 


Webinar ini diikuti oleh hampir 100 peserta dengan konsistensi yang tetap sama sampai webinar berakhir. Pelaksanaan webinar yang memakan waktu kurang lebih dua jam ini terlaksana dengan sangat aktif, yang mana peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengan pembicara. 


Sementara itu, turut hadir komisaris ODK Bapak Hendri Dodi, S,E., M.M., S.H.,M.H. Harapan dari beliau, dengan diadakan webinar ini dapat memberikan manfaat untuk generasi muda dalam menghadapi permasalahn quarter life crisis dan dengan keberadaan ODK dapat menjawab permasalahan generasi muda dengan berbagai program-program yang diusul oleh tim ODK.

Post a Comment

Previous Post Next Post