> Cara Islam Mengatasi Kemiskinan - NusantaraNews

Latest News

Cara Islam Mengatasi Kemiskinan


Oleh : Atla Nuari

Komunitas Muslimah Rindu Syurga



Allah menciptakan manusia beserta kebutuhan hidup dan naluri, sehingga membutuhkan pemenuhan, sebab apabila tidak terpenuhi akan menghantarkan pada sakit bahkan sampai pada kematian.


Dimuka bumi ini telah Allah hamparkan berbagai kekayaan alam, mulai dari kekayaan alam yg hidup berupa tumbuhan dan hewan juga kekayaan alam berupa benda mati seperti sumber daya alam baik di daratan, di dalam laut maupun perut bumi. Semua itu Allah ciptakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. 


Hanya saja, Allah telah menetapkan ketentuan untuk mendapatkanya. Artinya manusia tidak diberi kebebasan sesuka hatinya berdasarkan hawa nafsunya untuk mendapatkannya dan tidak boleh dengan menggunakan segala cara. Sebab, jika itu dibiarkan maka orang-orang yang lemah baik itu lemah akal maupun fisik, orang yg tak berilmu, orang yang tak bermodal akan kalah bersaing untuk mendapatkanya.


Kalah bersaing menyebabkan kesempatan memperoleh harta menjadi sempit. Kekurangan harta yang berlangsung terus-menerus akan menyumbangkan angka kemiskinan semakin meningkat. Jadi, salah satu penyebab kemiskinan adalah tidak adanya harta yang dimiliki.


Berlimpahnya harta dimuka bumi telah dikendalikan orang-orang yang berkuasa dan bermodal. Kesempatan besar itu berpeluang semakin menambah kekayaan orang tersebut. Kekayaan akhirnya hanya beredar pada segelintir orang saja, menumpuk pada orang tertentu saja.


Islam memiliki metode baku dalam mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan rakyat. Pertama, penerapan sistem pendidikan berbasis akidah Islam. Pendidikan Islam dirancang untuk mengokohkan akidah Islam. Sehingga terbangun kesadaran tiap individu muslim akan hubungannya dengan Allah SWT. Pendidikan juga menjadi sarana mengokohkan keyakinan bahwa Allah Maha memberi Rezeki kepada setiap hamba-nya dengan kadar yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga bertambahnya beban dalam keluarga tidak akan menjadi penyebab kemiskinan. Juga setiap amal manusia akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. Artinya, kemalasan dalam bekerja mencari nafkah serta aneka kemaksiatan dalam memperoleh dan membelanjakan harta hanya akan menjadi kehinaan bagi pelakunya di yaumil hisab.


Kedua, penerapan seperangkat sistem ekonomi Islam. Dalam Islam, negara wajib menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok per individu rakyat. Mulai dari sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan. Sistem ekonomi Islam juga mengatur kepemilikan; cara memperoleh, mengembangkan, dan memanfaatkan harta secara halal, kewajiban bekerja bagi laki-laki dewasa, kewajiban nafkah, sampai larangan menimbun harta. Jika semua ini diterapkan, maka kemiskinan dapat diatasi dengan mudah.


Ketiga, penerapan sistem sanksi yang tegas bagi siapa saja yang melalaikan kewajiban, mengambil harta yang bukan haknya, atau mengembangkan dan memanfaatkan harta dengan cara yang haram. Sanksi berat juga berlaku bagi penguasa korup yang bergandeng mesra dengan para korporat. Tidak ada pihak yang kebal hukum dalam Islam. Bahkan Rasulullah SAW pernah bersabda seandainya Fathimah binti Rasulullah mencuri, maka baginda Rasul sendiri yang akan menjatuhkan sanksi.


Ketiga hal ini hanya akan terwujud dalam sistem khilafah. Karena Khilafah adalah satu-satunya institusi yang bisa menerapkan syariat Islam secara kaffah. Berharap kemiskinan yang makin meningkat bisa teratasi, maka Khilafah adalah satu-satunya solusi yang tepat.


Jika saat ini Khilafah dicitranegatifkan sebagai ancaman dan pemecah belah, itu semata-mata karena musuh-musuh Islam tidak ingin Khilafah hadir kembali. Mereka adalah pihak yang mengambil untung besar dari penerapan sistem kapitalisme demokrasi. Mereka pula yang mengeruk dan menguasai kekayaan di negeri-negeri Muslim. Saatnya umat Islam menyadari fakta buruk ini dan bangkit bersama menyatukan langkah untuk menggaungkan ide syariah dan berjuang menegakkan Khilafah. Wallahu a'lam bish showab.

NusantaraNews Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Theme images by Bim. Powered by Blogger.