PERERAT UKHUWAH DI TENGAH WABAH

Oleh : Sahuria
Ibu Rumah Tangga

Sudah setahun dan hampir menuju 2 tahun  kita masih di landa oleh wabah virus Covid-19 ,  entah sampai kapan wabah virus ini akan segera berakhir. Banyak korban yang berjatuhan di karenakan terpapar oleh virus ini sejak munculnya pandemi covid-19 . 

Demi pencegahan penularan virus, sejumlah pembatasan kegiatan masyarakat  dilakukan oleh pemerintah. Dari mulai PSBB, PPKM darurat hingga PPKM level 3 - 4 saat ini. Padahal dengan kebijakan pembatasan tersebut, tentu banyak kegiatan masyarakat terpaksa berhenti. Pusat-pusat pembelanjaan pun sepi, banyak perusahaan tak  lagi beroperasi . Akhirnya, kini banyak orang menganggur dan gigit jari, banyak orang mendadak tidak punya penghasilan, dan betapa hidup ini makin sulit meski sekedar sesuap nasi. Pada saat yang sama, bantuan sosial dari pemerintah malah dikorupsi. Tanpa dikorupsi pun, bantuan dari pemerintahan selama ini jauh dari kata memadai. Hanya cukup untuk satu-dua hari. Tak cukup untuk bekal sebulan.  Apalagi untuk hidup berbulan bulan. Padahal sejak pandemi, jutaan kepala kelurga banyak yang berpenghasilan tak karuan. Jauh dari harapan. Bahkan yang tak berpenghasialan sama sekali. Akhirnya, untuk bertahan hidup, banyak yang mengandalkan belas kasihan dan pemberian orang lain. Sejak awal pandemi, kebijakan pemerintah yang diambil blm bisa menyelesaikan permasalahan yg dialami  rakyat Indonesia. Pemerintah tidak segera mengambil kebijakan lockdown, alasannya kebijakan tersebut akan merugikan secara ekonomi,terutama tentu berdampak pada bisnis kapitalis. Jika kebijakan lockdown diambil - maka sesuai dengan UU Kekarantinaan- mewajibkan Pemerintah untuk memberikan kompensasi untuk rakyat. Tapi hal ini tidak dilakukan oleh Pemerintah ,alasannya ini akan mnjadi beban bagi Pemerintah. Padahal Pemerintah sudah menghabiskan seribuan triliun rupiah dana pinjaman yang dimaksudkan  untuk mengatasi pandemi.dan segala dampaknya. Namun kenyataannya dana sebabyak itu tidak bisa dinikmati oleh rakyat kebanyakan. 

Di tengah-tengah pemerintah yang gagal mengurus rakyat, khususnya pada saat wabah seperti ini, tentu penting bagi kita , kaum muslim, makin mempererat ukhuwah. Makin meningkatkan kepedulian, makin melipatgandakan  bantuan untuk melepaskan beban mereka yang sedang ditimpa kesulitan akibat terdampak wabah.
Kaum Muslim harus menyadari bahwa memelihara dan mempererat ukhuwah Islamiyah adalah kewajiban setiap Muslim. Kewajiban ini didasarkan pada sejumlah nas al-Quran  maupun as-Sunnah. Di dalam al-Quran Allah SWT berfirman:
" Sungguh kaum Mukmin itu bersaudara (TQS al-Hujurat (49):10).

Ayat ini menghendaki ukhuwah kaum Mukmin harus benar-benar kuat, bahkan lebih kuat daripada persaudaraan karena nasab. Karena bersaudara, normal dan alaminya kehidupan mereka diliputi kecintaan,  perdamaian dan persatuan , saling memperhatikan , saling menguatkan, saling peduli serta saling membantu dalam ragam kesulitan.

Salah satu perwujudan hakiki ukhuwah islamiyah adalah saling peduli, khususnya saat banyak saudara sesama Muslim ditimpa ragam kesulitan,  terutama pada saat-saat wabah seperti ini. Disinilah pentingnya kaum muslim untuk saling membantu dan saling menolong. Apalagi membantu atau menolong sesama Muslim merupakan salah satu amal shalih yang utama dan agung. Demikianlah sebagaimana sabda Rasulullah Saw:
" Siapa saja yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim di antara kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan menghilangkan dari dirinya satu kesusahan diamtara kesusahan- kesusahan pada Hari kiamat. Siapa saja yang memudahkan orang yang sedang kesulitan, niscaya Allah memberikan kemudahan bagi dirinya di dunia dan akhirat. Siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim, niscaya Allah menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah menolong hambah_Nya selama hambah itu menolong saudaranya (HR Muslim).

Melepaskan beban orang lain adalah bagian dari kepedulian kita kepada sesama Muslim.
Perbanyak sedekah, karena itulah siapa saja yang diberi  kemampuan lebih, hendaklah ia banyak bersedekah. Apalagi saat ini, banyak orang susah akibat terdampak wabah. Mereka tentu memerlukan uluran tangan dan sedekah kita. Apalagi sedekah atau infak hakikatnya adalah "memberikan pinjaman" kepada Allah SWT, yang akan dibalas dengan berlipat ganda, sebagaimana firman-Nya:
"Siapa saja yang memberi Allah pinjaman yang baik (menginfakkan  hartanya dijalan-Nya ), dia akan melipatgandakan pembayarannya dengan berkali-kali lipat (QS al-Baqarah (2): 245).

Kegemaran bersedekah dan berinfak ditunjukkan antara lain Aisyah ra. Dan Asma  ra. Abdullah bin Zubair ra. Menuturkan, " Aku tidak melihat dua orang yang lebih murah hati daripada Aisyah dan asma sekalipun keduanya berbeda. Aisyah biasa mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, setelah terkumpul banyak, harta itu ia infakkan semuanya, adapun Asma tidak pernah sedikit pun menyimpan harta hingga keesokkan harinya (karena semuanya ia infakkan hari itu juga)."  (HR al-Bukhari dalam adab al-Mufrad).

Semoga kita semua meneladani mereka. WAILahu a'lam bi ash-shawab.

Post a Comment

Previous Post Next Post