Menakar Kemenangan Taliban, Tanda Berdirinya Khilafah?


Oleh Nur Fitriyah Asri
Penulis Ideologis Bela Islam AMK

Afganistan, pada hari Ahad, (15/8/2021), telah terjadi fenomena besar dimana kelompok Taliban kembali merebut Kabul ibukota Afganistan. Kelompok yang mendapat predikat garis keras, fundamentalis, ekstremis, kembali berkuasa setelah selama 20 tahun dijajah, digulingkan, dan disingkirkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Kini, kelompok Mujahidin Taliban berhasil menguasai 85 persen wilayah Afganistan dalam waktu singkat. Taliban telah mengklaim Afganistan telah bubar. Adapun pengambilalihan kekuasaan tersebut, mengakibatkan Presiden Afganistan Ashraf Gani, yang menjadi antek Amerika, bersama aparat penjilat, dan koruptor kabur. 

Sayangnya, represi dunia terhadap Taliban yang masih semingguan berkuasa mulai disemburkan. Diviralkan seolah ribuan warga sipil dan orang asing juga turut hengkang meninggalkan Afganistan. Ini karena adanya isu yang digaungkan bahwa visi Taliban terhadap kebebasan wanita yang diskriminatif. Padahal melalui konferensi pers, juru bicara Zahibullah Mujahid menerangkan bahwa panglima Taliban mengultimatum pasukannya untuk tidak melakukan kekerasan terhadap siapapun. Bahkan, pernyataan terakhir pimpinan Taliban menjelaskan bahwa akan menghargai hak wanita, kaum minoritas, dan memberi amnesti kepada lawan politiknya. (kompas.com, 18/8/2021)

Seperti dilansir BBC (23/8/2021), terbentuknya Taliban pada awal tahun 1990 pasca pasukan Uni Soviet mundur dari Afganistan. Gerakan ini didominasi oleh orang-orang Pashtun. Pertama kali muncul di pesantren-pesantren yang didanai oleh Arab Saudi yang menganut aliran Sunni garis keras. Taliban berjanji jika berkuasa akan mengembalikan perdamaian dan keamanan berdasarkan Syariat Islam. Sejak berkuasa Taliban menggunakan nama Imarah Islamiyah untuk negaranya.

Pada awalnya, Afganistan disambut baik dan didukung oleh masyarakat Afganistan. Sebab, Taliban berhasil memberantas korupsi, pelanggaran hukum berkurang, membangun infrastruktur, dan lainnya. Namun, tampaknya banyak yang tidak setuju dengan diberlakukannya sanksi hukum syarak seperti, eksekusi di depan umum bagi pembunuh, pezina, dan pencuri. Para pria wajib berjenggot. Sedangkan para perempuan, wajib memakai burqah yang menutup seluruh tubuh. Lebih dari itu, Taliban melarang perempuan berusia di atas sepuluh tahun bersekolah dan bekerja di luar rumah. (kompas.com, 18/8/2021)

Kemudian pasca serangan WTC, Desember 2001 kekuasaan Afganistan diruntuhkan oleh Amerika dan sekutunya, dengan tuduhan melindungi Osama Bin Laden dan gerakan al-Qaeda yang dituduh menyerang gedung World Trade Centre (WTC, 11/11/2001). Invasi ini berlangsung selama 20 tahun. 

Padahal, semua itu adalah skenario dan agenda AS untuk mengaruskan "War on Terrorism." Dimana George W. Bush mengatakan kepada dunia, "Saatnya berperang melawan terorisme." Sesungguhnya yang dimaksud adalah perang melawan Islam. Melihat kebangkitan umat Islam di negeri-negeri muslim termasuk gerakan Taliban yang berjuang untuk tegaknya syariat dan khilafah, membuat mereka kaum kafir kebakaran jenggot. Ketakutan jika khilafah tegak kembali, karena akan mengubur eksistensi mereka. Maka dibuatlah skenario tragedi WTC yang merupakan pintu masuk invasi ke Afganistan dan berhasil memfitnah umat Islam sebagai pihak tertuduh yakni Islam identik dengan teroris.

Allah Swt. berfirman: "Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya." (QS. Ali-Imran [3]: 54)
Allah Maha Benar, akhirnya tipu daya mereka terbongkar dan ditelanjangi oleh video berdurasi tiga menit yang dibuat oleh jurnalis FOX, Mark Burnback, disertai penjelasan secara ilmiah, detail, dan valid. 
(merdeka.com. 11/11/2001)

Usai terjadi pengambilalihan kekuasaan, semua mata di dunia menyoroti Taliban. Tentu dengan bermacam-macam penilaian dan pertanyaan. Mengapa Mujahidin Taliban bisa menguasai Afganistan segampang itu? Sedangkan Amerika seakan seperti tidak berdaya menghadapi situasi di Afganistan. 

Sekarang kondisinya sudah berubah. Semula AS mendukung Afganistan, kini ditinggalkan. Justru, memberikan restu Taliban berkuasa. Sebab, Taliban  mau diajak bernegosiasi (berunding) tentang perjanjian damai antara Taliban dengan Amerika di Doha, Qatar pada (29/2/2020) yang menandai berakhirnya invasi militer AS di Afganistan.

Di dalam perjanjian tersebut, ada poin penting di antaranya: Ada jaminan penarikan pasukan AS dari Afganistan dan Taliban menjamin bahwa tanah Afganistan tidak boleh dipakai siapapun (teroris) untuk menyerang keamanan AS.

Perjanjian tersebut, sesungguhnya sebuah perangkap menjebak Taliban yang dijadikan alat untuk kepentingan AS.
Sejatinya negosiasi dengan kafir penjajah dalam bentuk apapun, sama dengan bunuh diri politik. Sebab, akan membelokkan arah perjuangan kaum muslimin.

Ahmad Khazinuddin, Sastrawan Politik, pengamat politik, serta intelektual muslim mengatakan bahwa, keluarnya Amerika dari Afganistan sebagai "Keluar dari pintu depan dan masuk kembali melalui pintu belakang dengan penjagaan para penguasa antek di negara kawasan."

Artinya, Amerika tidak benar-benar keluar dari Afganistan. Hanya mengubah strategi penjajahan. Sebab, thariqah (metode) ideologi kapitalis tidak akan berubah yakni  penjajahan ke negeri-negeri muslim untuk menyebarkan ideologinya yakni sekularisme, liberalisme, pluralisme, demokrasi, HAM, dan lainnya, serta menguasai sumber daya alamnya (SDA). 

Apalagi sudah diketahui sejak tahun 2010, sebuah laporan yang dirilis ahli geologi AS memperkirakan Afganistan yang merupakan negara termiskin di dunia memiliki kekayaan mineral (biji besi, tembaga, lithium, kobalt, dan logam langka lainnya) hampir satu triliun dollar AS (Rp14.000 triliun) yang belum tersentuh. Tentu ini menjadi incaran negara-negara besar imperialis kapitalis seperti, AS, Rusia, Eropa, dan China.  (detik.com, 20/8/2021) 

Inilah, salah satu alasan AS mengubah strateginya. Melihat Afganistan yang letaknya strategis, SDA yang luar biasa, membuat AS yang tamak dan rakus berpikir untuk menggandeng Taliban bekerja sama guna menghadapi China demi memperebutkan SDA.

Kemenangan Taliban membuat banyak kaum muslim berekspektasi (menaruh harapan) terlalu tinggi. Kemenangan pasukan panji hitam dari timur dianggap merupakan simbol tegaknya khilafah. Ternyata tidak sesuai dengan harapan. Oleh sebab itu, kaum muslimin harus berhati-hati jangan sampai tertipu seperti tragedi ISIS yang mengaku telah mendirikan khilafah. Padahal ISIS bentukan Amerika, Inggris, dan zionis Yahudi, untuk memberikan stigma buruk pada khilafah dan mereka berhasil membuat umat Islam fobia. 

Seharusnya, Taliban menolak negosiasi dengan kafir penjajah. Apa artinya sebuah nama Imarah Islamiyah yang memperjuangkan Syariat Islam, tetapi masih menerima nilai-nilai Barat? Artinya, mencampuradukkan antara yang hak dan batil.
Mestinya, perjuangan umat Islam untuk mendirikan Negara Islam harus mencontoh metode dakwah Rasulullah saw. Sebab, mengikutinya adalah wajib sebagaimana firman
Allah Swt.:
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian." (QS. al-Ahzab [33]: 21)

Adapun langkah-langkah dakwah Rasulullah saw. ada tiga tahapan:
1. Pembinaan dan pengkaderan, untuk melahirkan orang-orang yang meyakini Islam dan mau menerapkan dalam tatanan kehidupan secara sempurna.

2. Interaksi dengan umat, agar mampu mengemban risalah Islam. Mendorong mereka untuk mengemban dakwah Islam guna mempengaruhi umat. Sehingga umat menjadikan Islam sebagai pemikiran mereka. Alhasil, akan mendorong untuk mewujudkannya dalam realitas kehidupan. Dengan berbekal keyakinan dan ikhlas umat siap berjuang untuk menegakkan khilafah,  karena hukumnya wajib. Sebab, hanya khilafah yang bisa menerapkan Islam secara sempurna.

3. Menerima kekuasaan dari umat/pemilik kekuasaan untuk menerapkan Islam secara kafah dalam institusi khilafah dan menyebarkan risalah ke seluruh penjuru dunia.

Dakwah yang dicontohkan Rasulullah saw. bersama para sahabat waktu di Makkah tidak menggunakan kekuatan fisik atau tidak mengangkat senjata. Tetapi dakwah pemikiran dan politik. Ada aktivitas penting yang dilakukan Rasulullah saw. yaitu thalab an-nusrah yakni memobilisasi dukungan dan bantuan dari pihak-pihak yang mempunyai kekuasan riil di tengah masyarakat.

Itulah dakwah yang dilakukan Rasulullah saw. bersama sahabat secara terus-menerus hingga berhasil menegakkan Daulah Islamiyah di Madinah al-Munawwarah.

Oleh sebab itu, wajib hukumnya mensuriteladani metode dakwah Rasulullah. Seraya bermohon kepada Allah Swt. semoga pertolongan segera turun.

Khilafah adalah sistem pemerintahan Islam, yang merupakan janji Allah dan kabar dari Rasulullah saw. yang akan kembali tegak di akhir zaman untuk menyatukan negeri-negeri muslim. Khilafah inilah, yang akan menjadi junnah (perisai) melindungi dan menutup pintu penjajahan, serta menyejahterakan umat manusia di seluruh dunia.

Wallaahu a'lam bishshawaab

Post a Comment

Previous Post Next Post