Otak Atik Data Bikin Ambyar Pengendalian Pandemi


Oleh: Astriani Lydia, S.S
Transparansi data, hal inilah yang diminta oleh Alifudin politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada pemerintah. “Harus terbuka ke publik, apalagi naudzubillah jika ada manipulasi data dengan cara testing yang dikurangi, dan terlihat kurvanya semakin menurun karena testing-nya juga dikurangi,” katanya kepada Kompas.com, Kamis (22/7/2021). Beliau juga meminta pemerintah untuk menggencarkan testing, tracing, dan treatment Covid-19 menjelang pelonggaran PPKM Level 4. Sebab, tiga hal itu merupakan upaya atau ikhtiar dalam penanganan pandemi Covid-19, sehingga penularan virus corona bisa dikendalikan atau dihentikan.
Dilansir dari Kompas.com (22/7/2021), ahli epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riyono mempertanyakan penurunan kasus harian Covid-19 yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Sebab, penurunan kasus itu dibarengi dengan rendahnya testing atau pemeriksaan kasus. Menurutnya, seharusnya jumlah testing Covid-19 ditingkatkan selama masa pandemi. “Enggak boleh menurun (jumlah testing) disengaja atau tidak, ada manuver enggak? Supaya tanggal 26 Juli (PPKM) bisa dilonggarkan?”. Lebih lanjut Pandu menilai kasus harian Covid-19 di Indonesia saat ini masih meningkat dilihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit dan kasus kematian yang masih tinggi. 
The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) memprediksi angka kasus kematian warga Indonesia akibat virus corona penyebab Covid-19 melebihi data yang dilaporkan pemerintah (cnnindonesia.com, 27/5/2021). Hal ini seharusnya menjadi perhatian lebih dari pemerintah untuk lebih serius menangani pandemi. Pemerintah harus tegas dan konsisten dalam menetapkan kebijakan agar pandemi ini benar-benar berakhir.
Apapun kebijakan yang diambil oleh pemerintah, tetap kebutuhan dasar rakyat harus menjadi prioritas utama. Keselamatan dan nyawa rakyat harusnya lebih diutamakan dibanding faktor ekonomi. Faktor ekonomi bisa diperbaiki seiring dengan berakhirnya wabah dan sehatnya masyarakat. Jika banyak para ahli dan orang berilmu yang meninggal karena wabah ini, maka akan menjadi musibah besar bagi negara.
Sebagai negara yang mayoritas muslim, sudah seharusnya berkaca pada solusi-solusi Islam. Bagaimana penguasa menyampaikan data yang benar, agar penanganan wabah bisa dilakukan dengan baik dan cepat. Bukan sibuk otak atik angka agar wilayahnya tidak masuk kategori zona merah. Manipulasi data Covid-19 justru bisa menjadi bumerang jika penguasa tak segera bertindak. Tingkat kepercayaan rakyat pada penguasa tentang penanganan pandemi menurun akibat pemerintah tidak sungguh-sungguh menangani wabah, tapi hanya fokus otak atik data.
Berkaca pada Islam, maka ketika kondisi wabah sudah luar biasa seperti saat pemerintah harus menggencarkan testing, tracing, dan treatment. Pisahkan yang sakit dari yang sehat. Kemudian edukasi masyarakat untuk senantiasa melaksanakan 5 M dan juga vaksinasi untuk meminimalisir penularan. Lalu terapkan  kebijakan lockdown, di wilayah yang termasuk zona merah. Tidak lupa untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat, minimal makanan yang sehat. Khalifah Umar bin Khattab ketika wabah, mengirimkan bantuan kepada semua orang selama beberapa bulan. Tungku-tungku besar sebagai dapur umum terus beroperasi yang dikerjakan oleh tangan-tangan ahli. 
Ketika semua sudah dilakukan maka hal yang terpenting adalah melakukan taubatan nasuha (tobat yang sungguh-sungguh) kepada Allah SWT. Semoga Allah mengampuni dosa kita semua yang saat ini tidak melaksanakan Syariat-Nya secara kaffah, masih setia dengan sistem kufur yang nyata-nyata membawa banyak kerusakan dan kemudhorotan. Semoga dengan tobat yang kita lakukan, Allah SWT berkenan mengangkat wabah dari bumi ini. 
Firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al Anfal: 24).

Post a Comment

Previous Post Next Post