Islam Mengharamkan Tajassus

Oleh : Fatmawati 
Pensiunan guru dan pegiat dakwah

Allah telah memuliakan masjid menjadi tempat yang paling sakral bagi umat Islam. Masjid salah satu tempat hamba Allah ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Rabb-nya, sekaligus tempat syiar-syiar Allah SWT diagungkan. Siapa saja yang meninggikan syiar-syiar Allah, khususnya di masjid, bearti ia termasuk orang yang bertakwa. Allah SWT berfirman: 

Demikianlah (perintah Allah). Siapa saja yang mengagungkan syiar-syiar Allah, sungguh itu timbul dari ketakwaan hati (TQS al-Hajj [22]: 32).

Maka masjid idealnya tempat yang paling menentramkan jiwa diantara semua tempat di dunia ini. Dari dalam masjid inilah jiwa seorang Muslim secara total terkoneksi dengan Allah SWT. Saat seorang hamba shalat, pada dasarnya ia sedang 'berkomunikasi langsung' dengan penciptanya. Saat shalat di masjidlah seorang Muslim melupakan sejenak urusan dunia-winya.

Karena itu masjid seharusnya dikondisikan senyaman mungkin. Jangan pernah membuat kegaduhan yang bisa mengganggu orang-orang yang sedang beribadah kepada Allah SWT di dalamnya. Orang-orang yang memakmurkan masjid adalah mereka yang beriman kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:

Sungguh yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang mengimani Allah dan Hari Akhir, menegakkan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kecuali kepada Allah. Mudah-mudahan mereka termasuk kaum yang mendapat petunjuk (TQS at-Taubah [9]: 18).

Sangatlah aneh jika belakangan ini ada wacana bahwa Pemerintah sebagaimana dilontarkan oleh Wapres Ma'ruf Amin, yang akan mengawasi (baca: memata-matai [tajassus]) masjid-masjid. Jika benar ada instruksi kepada polisi untuk mengawasi masjid-masjid yang notabene rumah-rumah Allah SWT, ini merupakan tindakan keji dan melampaui batas. Apalagi jika alasannya hanya sebatas dugaan bahwa banyak masjid telah terpapar radikalisme. Alasannya:

Pertama: Tindakan tajassus (memata-matai) kaum Muslimin, apalagi d masjid-masjid hukumnya haram dan termasuk dosa besar.

Kedua: Tudingan basi radikalisme oleh Pemerintah yang faktanya selalu menyasar kaum Muslim adalah tudingan tak berdasar. Apalagi jika dasarnya sebatas cadar, celana cingkrang, jenggot, dsb.

Ketiga: Jikapun faktanya tudingan radikal ditujukan kepada siapa saja yang kritis terhadap Pemerintah, inipun keliru. Pasalnya Pemerintah bukanlah 'malaikat' yang tak pernah salah. 

Bahkan dalam sistem pemerintahan Islampun yakni Khilafah, seorang Khalifah wajib dikritisi dan dikoreksi jika keliru, menyimpang dan menyalahi syariah. Apalagi dalam sistem sekuler, umat terutama para ulamanya wajib untuk terus mengingatkan Pemerintah. Tentu agar Pemerintah tunduk pada aturan-aturan Allah SWT. Agar Pemerintah menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Sebab, itulah yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Keempat: Harusnya siapapun paham, apalagi Wapres Ma'ruf Amin, bahwa narasi radikalisme hanyalah narasi ciptaan Barat kafir penjajah untuk menciptakan ketakutan pada Islam (Islamophibia). Tujuannya tentu agar warga dunia memusuhi Islam dan kaum Muslim.

Narasi radikalisme adalah narasi Barat untuk melumpuhkan ajaran Islam sekaligus mengadu-domba sesama Muslim dan memecah-belah persatuan mereka.

Dengan demikian narasi radikalisme merupakan jebakan Barat kafir penjajah untuk terus menguasai dunia Islam, termasuk  negeri ini yang mayoritas penduduknya Muslim. Karena itu tentu ironis, jika Pemerintah dan para aparatnya malah menjadi alat Barat kafir penjajah untuk memusuhi dan menundukkan kaum Muslim yang notabene rakyatnya sendiri.

Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebayakan dari kalian prasangka (kecurigaan) karena sebagian dari prasangka itu dosa. Janganlah kalian memata-matai (mencari-cari keburukan orang). Jangan pula kalian menggunjing satu sama lain. Apakah seorang dari kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kalian merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang (TQS al-Hujurat [49]: 12).

Tajassus secara bahasa bermakna mencari-cari berita dan menyelidiki sesuatu yang bersifat rahasia.

Berkaitan dengan ayat di atas, Imam Ibnu Jarir ath-Thabrani rahimahulLah berkata, "Janganlah kalian mencari-cari keburukan orang lain dan jangan pula menyelidiki rahasia-rahasianya untuk mencari keburukannya." (Ath-Thabari, Tafsir ath- Thabari, 22/304).

Senada dengan ayat di atas, Rasulullah saw. bersabda sebagaimana dituturkan oleh Abu Hurairah ra.: 

Jauhilah oleh kalian prasangka. Sungguh prasangka itu berita yang paling dusta.... (HR al-Bukhari).

Karena itu kami menyerukan kepada Anda, wahai para penguasa, selagi masih ada kesempatan, hendaklah segera bertobat! Janganlah Anda lanjutkan perlakuan zalim Anda kepada kaum Muslim.

Jika Anda tak berhenti dari  melakukan kezaliman, niscaya hal yang demikian akan menghantarkan Anda pada penyesalan abadi di Akhirat nanti. Allah SWT berfirman: 

Sungguh kesalahan hanya ada pada orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Bagi mereka itu siksaan yang sangat pedih ( TQS asy-Syura [42]: 42).

Khusus kepada para polisi, tugas Anda seharusnya menangkap para kriminal. Bukan memata-matai masjid. Sejak kapan masjid menjadi sarang penjahat? Anggota DPR saja yang banyak tertangkap KPK, gedungnya tidak dimata-matai polisi. Mengapa masjid dimata-matai?

Kejahatan apa yang dilakukan para da'i dan jamaah di masjid? Anggota parpol saja banyak yang ketangkap KPK, kantornya tidak dimata-matai polisi. Kenapa masjid dimata-matai? Kejahatan apa yang dilakukan kaum Muslim di masjid?

Jadilah para polisi pelindung, pengayom dan pelayan rakyat, sebagaimana slogan yang Anda miliki. Dengan demikian kehadiran Anda akan membuat rakyat aman, tentram dan terjaga. Janganlah kehadiran Anda justru membuat rakyat gelisah, was-was dan takut. Apalagi kedatangan Anda ke masjid hanya untuk mengawasi para ulama yang sedang berdakwah dan mengajarkan Islam kepada umat.

Jika Anda melakukan hal tersebut, kami khawatir Anda termasuk ke dalam apa yang disabdakan oleh Nabi saw.: 

Pada akhir zaman akan banyak polisi pada pagi hari dimurkai Allah dan pada sore harinya pun dibenci Allah (HR ath-Thabarani).

WalLah a'lam bi ash-Shawab

Post a Comment

Previous Post Next Post