Nusantaranews ~  Ratusan  mahasiswa STIH/ STISIP YPKMI Padang hari ini berhasil meraih gelar Sarjana mereka. Acara yang digelar di Hotel Rocky Plaza tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan YPKMI Padang Drs.H. Zakir Bone, MM, Koordinator Kopertis Wilayah X Sumbar, Riau dan Jambi Damsar MA, Ketua Alumni Andi Taswin, serta ratusan undangan lainnya.
Pada kesempatan itu ketua STISIP YPKMI Padang dalam sambutannya mewanti-wanti lulusan STISIP YPKMI Padang, meski jumlah lulusan dari STISIP masih sedikit akan tetapi jangan berkecil hati, karena jumlah yang bersar bukanlah menentukan suatu kualitas. Terkadang jumlah yang besar bisa dikalahkan oleh jumlah yang kecil.
Ini dapat dilihat pada tahun 2013 lalu, STISIP YPKMI Padang telah berhasil membuat sebuah film dokumenter dengan judul “Beruk Menjadi Sarjana”.  Artinya bahwa mahasiswa STISIP YPKMI Padang telah mampu menjabarkan ilmu komunikasi yang diperolehnya melalui karya karya publikasi yang bermakna terhadap penerapan kualitas ilmu yang diberikan.
Oleh karena itu kepada saudara-saudara terus ikutilah langkah-langkah kualitas penerapan ilmu yang telah dicapai ketengah masyarakat. Karena Ilmu yang diperoleh itu akan berguna dan bermanfaat apabila orang lain atau masyarakat dapat terbantu serta merasakannya.
Dan atas nama pimpinan serta segenap civitas akademik kami mengucapkan terimakasih kepada para orang tua atau walimurid yang telah bersusah payah meluangkan waktu dan memberikan kepercayaan kepada mahasiswa kami untuk menimba ilmu di STISIP YPKMI Padang sesuai dengan harapan.
Mudah-mudahan, apa yang telah dicita-citakan dan harapana kita bersama kepada para lulusan YPKMI Padang, agar dapat mengimplementasikan kualitas ilmu yang bermanfaat ini ketengah masyarakat. Sehingga mampu menjaga nama baik dan mengangkat harkat dan martabat kita bersama.
Oleh karenanya, sebagai salah satu wadah pendidikan dalam mencerdaskan anak bangsa, STIH-STISIP YPKMI Padang tidak mengenal lelah, tempat, ruang, dan waktu akan terus meningkatkan mutu dan kualitasnya guna melahirkan wisudawan wisudawati yang berakhlak mulia dengan menguasai ilmu pengetahuan bermanfaat serta melahirkan kreatifitas jitu dan kecerdasan yang multi makna bagi lulusannya.

Ketua Umum Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Indonesia (YPKMI) Padang Drs. H. Zakir Boneh, MM saat ditemui wartawan www.nusantaranews.net disela-sela kegiatan turut menambahkan bahwasannya, pembangunan nasional dalam bidang pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sebagaimana didalam implementasi penyelenggaraan pendidikan, kondisi STIH-STISIP YPKMI Padang telah didukung dengan berbagai sistem dan metodologi, sarana, sumber daya manusia yang terampil, berilmu, dan berdedikasi tinggi. Maka dari itu, ada sembilan aspek perlu diperhatikan dan harus dimiliki para wisudawan-wisudawati yang menjadi tonggak dan tolok ukur kesuksesan diri.
Pertama, Selaku intelektual yang cerdas harus memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi maju, termasuk penguasaan bahasa asing. Kedua, harus terampil dalam menerapkan Iptek dan Iptag. Ketiga, berjiwa komunikatif, artinya mampu dalam melakukan komunikasi kepada pihak-pihak lain untuk dapat berinteraksi. Keempat, berwawasan luas, artinya mereka mampu menerima dengan bijak dan beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.
Yang kelima, yaitu mandiri, dimana para mahasiswa mampu mengambil inisiatif dan bekerja dengan kepercayaan diri. Keenam, diperlukan kemampuan untuk bekerjasama dalam suatu tim kerja. Ketujuh mahasiswa harus memiliki jiwa kepemimpinan atau leadership. Kedelapan, tajam dalam menganalisis situasi dan tajam dalam memanfaatkan peluang dan yang kesembilan berbudi luhur dan berwatak mulia. 
Dengan memiliki sembilan pilar diatas diharapkan lulusan STIH-STISIP YPKMI Padang dapat menjadi orang yang seimbang dan berbekal, baik Ilmu pengetahuan maupun kemampuan pribadi. Sehingga visi dan misi STIH-STISIP YPKMI Padang dalam mengemban cita-cita pembangunan nasional bidang pendidikan sesuai pembukaan UUD 1945 yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa” melalui sarana pendidikan dapat terwujud, ucapnya. **