Padang, Nn ~ Civitas akademika Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 1 Kota Padang menggelar dialog bersama Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di dampingi Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Syamsurizal dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Indang Dewata, dialog sekaligus peragaan alat pemadam kebakaran mini karya pelajar sekolah menengah kejuruan digelar di kantor Gubernuran Sumbar, jalan Sudirman, kota Padang, Sumatera Barat, Selasa. 

Gubernur Irwan Prayitno dalam kesempatan itu menyampaikan rasa bangga dan senangnya terhadap karya siswa SMK 1 Muhammadiyah Padang yang telah berkontribusi memberikan alternatif solusi dalam menghadapi bencana kebakaran di hunian penduduk yang padat serta sulit dimasuki mobil pemadam kebakaran. Dengan karya pelajar SMK Muhammadiyah 1 Padang yang berhasil merangkai alat yang difungsikan untuk pemadam kebakaran, hal ini merupakan salah satu inovasi terbaru bagi Sumatera Barat dan Indonesia. 

Ini sebuah karya yang pantut kita apresiasi, mudah, murah, tepat, cepat dan memberi solusi dalam menghadapi perkembangan kota yang semakin hari semakin padat. Kebanggaan ini hendaknya juga menjadi dorongan bagi siswa yang lain dalam menghasilkan karya yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara. 

Karya anak bangsa olahan anak-anak kita di Sumatera Barat, dengan inovasi yang membanggakan ini semoga dapat mengatasi kebakaran yang kerap terjadi di daerah Sumatera Barat maupun daerah-daerah perkotaan lainnya" ungkap Irwan Prayitno, 

Gubernur Sumatera Barat juga menghimbau  seluruh pemerintah kabupaten dan kota dan kepala sekolah baik tingkat SMA, SMK dan sederajat untuk bersama-sama mendukung ide atau talenta yang dilahirkan para peserta didik, dengan demikian pengembangan ilmu pengetahuan atau inovasi terbaru untuk kepentingan bersama dapat tercapai dengan maksimal. 

"Jikalau tidak ada dukungan dari para pemangku kepentingan dalam menyukseskan, terkait rancangan dan ide cemerlang dari para siswa atau peserta didik maka apa yang dicita-citakan untuk kemajuan daerah Sumatera Barat tidaklah akan terwujud," imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Padang, Deta Mahendra menyebutkan, karya pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 1 Padang yang membuat pemadam kebakaran mini, sebagai terobosan dan motivasi kepada siswa untuk berpikir produktif ikut serta memajukan daerah.

Menurutnya, karya ini merupakan suatu nilai tersendiri bagi para guru maupun pelajar, karena konteks masyarakat yang menyebut bahwa pelajar SMK sering berbuat kenakalan berubah drastis dengan adanya karya pelajar ini.

"Kami disini sangat bangga dengan karya yang dibuat pelajar ini dibantu dengan dorongan dari para gurunya, hal ini dapat merubah pandangan masyarakat bahwa anak SMK itu memang bisa,"katanya.

Lanjutnya, ide pembuatan sepeda motor pemadam kebakaran mini ini berawal dari banyaknya kasus kebakaran yang rata-rata terjadi pada kawasan sempit, pasalnya mobil kebakaran biasa tidak mampu memasuki titik tersebut. "Kalau menggunakan motor, setidaknya gang sempit itu bisa dimasuki dan dapat menjadi pertolongan awal saat kebakaran terjadi," ucapnya menutup. 

Pemadam kebakaran mini juga pernah dibuat tetapi di negara India, dan karya pelajar ini merupakan pertama kalinya di Indonesia. SMK 1 Muhammadiyah Padang yang memperlihatkan hasil karya siswa dalam mencari solusi motor pemadaman kebakaran yang dapat masuk gang-gang sempit pada daerah-daearh yang ramai hunian penduduk di Kota Padang. Karya Motor pemadam kebakaran yang seharga Rp. 40 Juta satu unit dapat terselesaikan siswa dalam dua minggu. Hingga saat ini Pemko Padang telah melakukan pemasan 4 unit kenderaan yang rencananya akan disebar di 11 kecamatan di Kota Padang dan tentu juga dapat dimanfaatkan oleh Pemkab/ko di Sumatera Barat, harapnya. Zardi