N3, Padang ~ Kegiatan hari jadi FKAN Pauh IX yang ke-11disemarakan dengan atraksi "Silek Pauh" oleh anak nagari Kecamatan Pauh Kota Padang.

Ketua DPRD Kota Padang yang diwakili oleh Yandri Hanafi, Ketua Komisi III DPRD Kota Padang pun menyambut langkah FKAN Pauh IX yang untuk melestarikan Silek Pauh. Menurutnya, salah satu cara untuk menghidupkan kembali Sasaran Silek yang ada adalah dengan memberikan insentif kepada guru-guru silek. "Jika guru-guru mengaji bisa kita beri insentif, kenapa tidak dengan guru-guru silek. Kita akan perjuangkan insentif untuk guru-guru silek ini," ungkapnya.

Sebelumnya Ketua FKAN Pauh IX Evi Yandri Rajo Budiman mengatakan, FKAN Pauh IX akan terus melakukan upaya pelestarian Silek Pauh dengan bekerjasama dengan IPSI Kecamatan Kuranji dan IPSI Kota Padang. Apatah lagi, pelestarian nilai seni budaya Pauh IX merupakan bagian dari program unggulan FKAN Pauh IX di bawah Bidang Seni Budaya.

"Kita akan terus berupaya melestarikan Silek Pauh. Kita pun akan bekerjasama dengan IPSI Kecamatan Kuranji dan Kota Padang untuk melestarikannya dan menghidupkan semua sasaran yang ada, terutama yang selama ini sudah mati suri. Pelestarian Silek Pauh merupakan tanggungjawab semua Anak Nagari, tak terkecuali kami yang tergabung di FKAN. Kita pun akan bekerjasama dengan Pemko Padang dalam hal ini," cakapnya.

Pada kesempatan itu, Wawako Emzalmi tak hanya menyaksikan penampilan murid dari sasaran yang ada di Pauh IX, tetapi juga menyaksikan penampilan Pandeka Nong Pham Tuan dari Republik Sosialis Demokrat Vietnam yang memperagakan jurus-jurus Silek Pauh yang telah didalaminya selama delapan bulan kepada Pandeka Syaf Gojo dan Pandeka Anwar. Ia terlihat mahir memainkan jurus-jurus langka tersebut, bahkan dengan memakai senjata pedang. "Ini bukti, kalau Silek Pauh dipelajari oleh orang luar," ungkap Wawako Emzali memuji penampilan Pandeka Trisnu. Rel
Dibaca