Nn, Muaro ~ Setelah vakum selama 12 tahun akhirnya olahraga tradisional selaju sampan kembali diselenggarakan pada Festival Siti Nurbaya sebagai kalender kegiatan tahunan pemko padang.

Perlombaan selaju sampan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bersama Walikota Padang Mahyeldi didampingi Lantamal II Teluk Bayur, Muspida, Sekda Nasir Ahmad, jajaran SKPD, Ninik Mamak, Cadiak Pandai, Bundo kanduang dan para tokoh adat dan masyarakat yang dipusatkan di Muaro Padang.

“Olahraga tradisional selaju sampan ini merupakan olahraga air tradisional anak nagari di Kota Padang yang sudah turun temurun di helat sebagai pesta rakyat,” ungkap Walikota saat pidato pembukaannya, Kamis (21/5) kemarin.

Namun dari hasil pantauan www.nusantaranews.net dilapangan, persiapan lomba masih kurang matang direncakan Pemko padang. Terlihat masih kumuhnya aliran Batang Arau dan sedimen lumpur yang menebal mengakibatkan muara menjadi dangkal. Selain itu partisipasi peserta juga sedikit untuk mengikuti ajang selaju sampan ini.

“Sebelum helat selaju sampan diperlombakan sebaiknya Pemko Padang membersihkan sampah yang aliran Batang Arau dan mengangkat endapan sedimen yang mengakibatkan pendangkalan Batang Arau,”  kata Ucok (42) salah seorang warga Batang Arau pada www.nusantaranews.net.

Sementara Man ( 47), warga Kampung Batu mengatakan, tidak adanya pagar pembatas untuk warga yang menyaksikan pelombaan ini dikhawatirkan akan menimbulkan korban, yang mana warga yang menyaksikan perlombaan tersebut bias terjebur kedalam Muara, cakapnya.

Diharapkan lomba ini bisa terus terlaksana tiap tahunnya, namun perlu juga peersiapan yang matang sebelum menggelar lomba tradisional anak Nagari Kota Padang. Agar kegiatan berlangsung semarak dan aman, pungkas Yenni (36) seorang ibu rumah tangga. (mond)