nusantaranews ~ Pembangunan lanjutan gedung fakultas farmasi Univesitas Andalas (Unand) Padang yang dikerjakan oleh PT. Rimbo Peraduan diduga dikerjakan asal jadi dan hanya mengerjakan target. Kondisi terlihat pada pemasangan keramik yang dikerjakan berliku-liku dan bergelombang.

Selain itu, juga harga merk keramik yang dipasang disinyalir  juga tidak sesuai dengan harga dalam spek penawaran. Yang berarti adanya dugaan mark up harga pada barang yang dipakai.

Masyarakat setempat berinisial "Jh" yang juga ikut dalam tender pekerjaan saat dimintai tanggapannya, sangat menyayangkan kualitas pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh PT. Rimbo Peraduan.  

Menurutnya bukan iri atau ada maksud apapun dalam memberi informasi ini, tetapi karena dorongan dan tanggung jawab moral sebagai masyarakat yang tidak bisa melihat ketimpangan-ketimpangan dan pengurasan uang negara secara gamblang didepan mata.

Hal ini dapat terlihat pada pemasangan lantai keramik dari lantai satu sampai dengan lantai tiga. Dimana pemasangan keramiknya berliku-liku dan tidak seragam dengan keramik pada lantai jenjang.

Padahal dalam spek penawaran lelang lantai keramik dari lantai satu sampai dengan lantai tiga maupun jenjang semuanya seragam. Namun sayangnya mengapa pihak kontraktor malah melanggar dokumen lelang yang telah ditetapkan.

Selain itu Jh juga menegaskan bahwa merk keramik yang terpasang saat ini, juga disinyalir terjadi mark up  harga karena tidak sesuai  dengan harga dalam dokumen lelang. Sebab diduga terjadi perbedaan harga lebih kurang 20 ribu rupiah per meternya.

Apabila dikalkulasikan secara keseluruhan dari lantai satu sampai dengan lantai tiga, maka diperkirakan terjadi kerugian negara lebih kurang 800 juta.

Sungguh disayangkan apabila proyek lebih kurang 19 Milyar ini dikerjakan asal jadi dan tidak profesional di Universitas Andalas yang notabene salah satu universitas andalan Provinsi Sumatera Bara.


Sementara itu, Komisaris Utama PT. Rimbo Peraduan Suryadi Halim yang coba dikonfirmasi via ponselnya di nomor 08116641xx enggan berkomentar banyak, dan selaku pimpinan ia pura pura tidak tahu sama sekali secara teknik pemasangan itu seraya berjanji akan mencros chek informasinya. nal koto