nusantaranews ~ Festival Pagaruyung VI dan Apresisiasi Seni tahun 2014 berlangsung di Kabupaten Tanah Datar, Batusangkar.  Acara pembukaan festival pagaruyung ini  dilapangan Cindua Mato Batusangkar. Acara ini dihadiri oleh Deputi Perniagaan dan Kewirausahaan Menteri Perekonomian RI Bapak Edy Putra Irawady, dan juga sempat dihadiri oleh DT. Undang Naning ke-20 dari negeri Jiran Malaysia. Dan juga dihadiri oleh Walikota Padang Panjang dan undangan dari luar Provinsi Sumatera Barat, dari Nangroe Aceh Darussalam,  Kepulauan Riau, dan Sumatera Utara.
 
Kegiatan Festival Pagaruyung VI dan Apresiasi Seni dimulai Tangaaal 19 s/d 22 November 2014. Yang bertujuan untuk mengembangkan dan melestarikan kesenian tradisional minangkabau sebagai aset budaya bangsa yang mampu memiliki nilai seni tinggi, menanamkan semangat dan rasa cinta terhadap seni dan kebudayaan minangkabau, serta meningkatkan daya tarik dan arus kunjungan wisata  dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu juga menjadikan kesenian tradisional minangkabau yang komunikatif sebagai wadah dan sarana penyampaian informasi serta pesan-pesan pembangunan yang berguna bagi masyarakat.
 
Kegiatan yang akan ditampilkan pada acara Festival Pagaruyung dan Apresiasi Seni tahun 2014 ini berupa, pawai budaya antar kecamatan se-kabupaten tanah datar,tari masal, festival randai antar Kabupaten/Kota se Sumatera Barat, Festival Qasidah rebana, Festival Saluang jo Dendang, Festival Tari Kreasi dan juga Pagelaran Seni Rumpun Melayu yang diikuti oleh Provinsi Riau,Sumatera Utara, Nangroe Aceh Darussalam,Tapanuli Selatan dan Negeri Jiran Malaysia.
 
Acara diawali dengan laporan ketua panitia Festival Paguruyung Drs. Altri Suandi dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Bupati Tanah Datar M.Shadiq Pasadigoe dan dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim.  Dalam sambutannya Wakil Gubernur sangat bangga dengan iven Festival Pagaruyung. Tema yang diangkat dalam Festival Pagaruyung VI dan Apresiasi Seni tahun ini adalah Pelestarian dan Pengembangan Seni Budaya MAsyarakat, mewujudkan seni budaya Luhak Nan Tuo yang berdasarkan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.
 
“Jadikanlah budaya Minangkabau sebagai dasar berpijak dalam berkarya dan berinovasi, keberagaman seni tradisi yang kita miliki akan menjadi modal dasar kita dalam mengembangkan kepariwisataan di masa yang akan datang.”
 
Dalam sambutannya wakil gubernur juga menyampaikan kehadiran saudara serumpun dari provinsi lain dan Negara tetangga telah membuktikan bahwa seni dan budaya tidak lagi mengenal batas wilayah Negara. Seni dan budaya mampu menjalin kuat buhul persaudaraan saat ini dan masa yang akan datang dalam ungkapan kreatifitas pertunjukkan tradisi maupun modern. Jalinan persaudaraan serumpun hendaknya jangan pernah luntur, untuk itu Festival Pagaruyung hendaknya mampu menjadi media atau ajang kreatifitas.
 
Pada pelaksanaan kegiatan festival pagaruyung VI dan apresiasi seni 2014 ini kita mengharapkan dampak positif terhadap perkembangan seni dan budaya khususnya di Kabupaten Tanah datar dan Provinsi Sumatera Barat pada umumnya. Dan juga dengan adanya festival pagaruyung ini dapat memberi peluang kepada UKM/BUMD/BUMN dan PKL untuk mengikuti pameran dan Bazar selama berlangsungnya festival  pagaruyung VI dan apresiasi seni 2014. hms/allan