Padang, Nn ~ Gara-gara keceplosan omong, Wakil Wali Kota (non aktif) Padang yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahyeldi Ansharullah, terpaksa meminta maaf kepada salah satu stasiun televisi swasta di Padang, Sumatera Barat.

Pria berjanggut tersebut minta maaf atas statementnya yang dianggap menuduh televisi lokal tersebut melakukan tekanan terhadap warga Padang. Padahal, menurut Mahyeldi, sama sekali tak terbersit niat untuk menyinggung stasiun televisi swasta dimaksud.

Sebelumnya, persoalan ini sempat memanas. Oleh pihak stasiun televisi, Mahyeldi dimintai klarifikasi atas statemennya di salah satu media online setempat. 

Berikut statement Mahyeldi, seperti dilansir sejumlah mass media terbitan Padang: 

“Saya dengar di salah satu TV Padang tengah berlangsung dialog khusus yang melakukan tekanan ke masyarakat dan PNS,” ungkap Mahyeldi saat diwawancara.

Mahyeldi saat pertemuan dengan manajemen stasiun televisi lokal yang merasa tersinggung atas statemennya di berita media online tersebut, Jumat (8/11), mengakui. dirinya memang mengeluarkan statement tersebut. Namun bukan ditujukan kepada stasiun televisi yang merasa tersinggung tersebut.

Namun demikian, Mahyeldi yang pada Pilkada Kota Padang 2013 mencalonkan diri sebagai Walikota, atas nama pribadi meminta maaf atas perkataan tersebut, karena tidak ada sedikitpun niat untuk menyinggung stasiun televisi lokal yang juga group Jawa Pos tersebut. 

Rita Gusveniza selaku GM stasiun televisi swasta yang merasa terpojok atas pernyataan Mahyeldi, menyebutkan, pihaknya berani menyimpulkan bahwa sasaran pernyataan politisi PKS itu adalah stasiun televisi yang dipimpinnya. Sebab, berdasarkan pada fakta-fakta yang ada, saat hari pencoblosan hanya satu stasiun televisi di Padang yang siaran langsung. Tak ada stasiun televisi lain yang dari pagi hari on air.

“Kami sejak awal berdiri berkomitmen untuk memajukan pembangunan dan demokrasi di Padang,” argumen Rita Gusveniza dalam pertemuan dengan Mahyeldi beserta rombongan, di kantor redaksi stasiun televisi lokal tersebut.

Pemred stasiun televisi lokal yang mempersoalkan statement sang kandidat walikota,  Vinna Melwanti, berharap,  ke depan masalah komunikasi ini harus diperbaiki agar tidak lagi terjadi masalah yang sama antara pemerintah dan media massa.

Pertemuan dengan Mahyeldi berjalan lancar, bahkan sarat nuansa kekeluargaan dan berakhir dengan bersalam-salaman. 

Pada kesempatan pertemuan dengan awak stasiun televisi lokal yang merasa tersinggung atas pernyataannya di pemberitaan sebuah media online tersebut, Mahyeldi didampingi Sekretaris PKS Kota Padang yang sekaligus ketua tim suksesnya, Muharlion.