Nusantara~Ketua TP PKK Provinsi Sumbar Hj. Nevi Irwan Prayitno didampingi Wakil Ketua TP PKK Kota Padang Hj. Rosmawati (Eti) Emzalmi ketika sampai di lokasi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Kelompok Wanita Tani (KWT) Bawah Dukuh Rt 01 Rw03, Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, kecamatan Koto tangah tersenyum melihat ragam tanaman sayuran yang tumbuh subur menghijau disetiap pekarangan rumah warga. “Menyenangkan sekali aneka ragam tanaman sayuran – sayuran ini, “kata Nevi dan Eti saat berkunjung ke lokasi tersebut, Jumat (19/12).

Dengan kondisi tanaman yang subur teratur, rapi dan bersih maka pantaslah KWT Bawah Dukuh ini menjadi juara I dari 60 KWT di Kota Padang. “Dan saat ini saya yakin penyediaan sayur mayur untuk keluarga setiap hari sudah bisa jadi bahan konsumsi. Malahan lama kelamaan bisa pula dikembangkan jadi pertambahan pendapatan ekonomi keluarga. Hanya tinggal kemauan para ibu-ibu yang didukung kaum bapak-bapaknya. Sebagai buktinya, ibu-ibu melalui pemanfaatan pekarangan menanami aneka ragam sayuran, telah menghemat pengeluaran keuangan keluarga,”ucapnya lagi.

KRPL ini mampu menciptakan makanan yang aman dan bergizi untuk dikonsumsi keluarga, serta tidak tersentuh pertisida dan berbeda dengan sayur mayur yang di jual di supermarket. Dan anjuran WHO, kita setiap hari harus mengkonsumsi sayur-sayuran ditambah buah-buahan 400 gram. KWT Bawah Dukuh ini bisa dikatakan telah bisa memenuhinya, asupan makanan beragam berimbang dan bergizi.

Sedangkan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Padang Tarmizi Ismail menyampaikan, 60 KWT di Kota Padang teah dilakukan penialainya. Dan yang berhasil menjuarainya adalah KWT Bawah Dukuh, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto memperoleh hadi Rp 1,5 juta (Dalam bentuk barang). KWT juara II Gurun Teratai, Kelurahan Padang Sarai, Koto Tangah. Juara III KWT Saiyo, Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuak Kilangan. Hadianya diserahkan Ketua TP PKK Provinsi Sumbar Hj. Nevi Irwan Prayitno Kepada para pemenangnya.

Kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan rumah di Kota Padang telah dimuali sejak tahun 2012 lalu, difasilitasi oleh Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumbar melalui dana APBN dan APBD. Dan 20 KWT Bawah Dukuh pada tahun 2013, telah menerima bantuan dari Bansos sebesar Rp20 juta.

Jadi dalam kondisi saat ini rumah telah memanfaatkan pekerangan untuk menanami aneka ragam sayur-sayuran, telah bisa menghemat setiap bulan dari Rp300-500 ribu perbulannya. Hal ini dilihat dari pengeluaran pembelian sayur mayur setiap harinya yang berkisar antara 20 -30 ribu rupiah. Artinya kaum ibu-ibu telah memiliki penghasilan serta telah bisa pula meringankan beban sang suaminya, sebut Tarmizi.

Kemudian, perkembangan pemanfaatan lahan pekarangan rumah yang bisa membantu keluarga, dampaknya menimbulkan “kecemburuan” bagi kaum ibu yang lainnya. Intinya, mereka juga berminat membuat tanaman sayur sayuran di pekarangan rumahnya, seperti terong bergelayutan, cabe berbuah, Kol menghijau, jagung berbuah besar, sayur kangkung tumbuh subur, Varia melingkar, bayam, daun ruku-ruku, ubi dan lain sebagainya. (mond/hms)