Serangkaian hasil buruk yang diraih klub bola Semen Padang tak ayal membuat manajemen klub memecat sang pelatih Jafri Sastra. Jufri dinilai gagal dalam meningkatkan performa klub Semen Padang. Dua edisi ujicoba yang diikuti klub Semen Padang berakhir kurang memuaskan. Semen Padang yang mengikuti Turnamen Piala Walikota Padang hanya mampu menjadi juara ketiga, sedangkan di Piala SCM Semen Padang menjadi juru kunci, padahal Semen Padang berstatus sebagai tuan rumah. Ini yang jadi alasan manajemen memutus kontrak pelatih Jafri.
Tidak menunggu lama, pihak manajemen menunjuk Nil Maizar menggantikan pelatih berlisensi A AFC, Jafri Sastra. Ini yang disampaikan Direktur Teknik Semen Padang,Asdian, pada www.nusantaranews.net. Asdian menyampaikan bahwa Nilai Maizar layak memimpin  Semen Padang FC, karena Ia bukan orang asing bagi Semen Padang FC. Selain statusnya sebagai karyawan Semen Padang, Nil juga pernah menukangi Semen Padang kala mengikuti kompetisi LPI.
"Bagi sebagian pemain coach Nil bukan orang asing, suksesor Jafri, pernah melatih Hengky Ardilles, dkk," ungkap Asdian. sebagian pemain telah memahami strategi Nil, sehingga adaptasi Nil sebagai pelatih baru SP tidak akan lama, tambah Asdian lagi.
Pada minggu lalu (25/01), Nil telah memimpin sesi latihan pemain. Diharapkan Nil mampu mengangkat prestasi SP. Target SP adalah tiga besar dalam kompetisi ISL, maka dari itu manajemen akan menunggu reaksi Nil dalam membenahi tim, saat ini SP telah memutus kontrak penyerang Herman Dzumafo, maka dari itu manajemen menyerahkan sepenuhnya pada Nil siapa pemain yang akan direkturnya, pamungkas Asdian. (Mond)