Oleh : Andira Permatasari

Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam, kekayaan tersebut jika di kalkulasikan Indonesia bisa menjadi negara terkaya di dunia. Namun fakta tidak sesuai denga fakta yang ada, memang fakta Indonesia mempuyai sumber dalam alam yang berlimpah namun fakta juga bahwa Indonesia mendapatkan ranking ketiga termiskin. Berbagai negara aseng bahkan asing merampok sumber daya alam Indonesia tanpa belas kasihan. Ketika kapal negara asing masuk ke perairan Indonesia mereka masih ada rasa takut, dengan mengibarkan lower the flag. Okelah, itu juga tidak bisa dibenarkan, karena tetap mereka juga merampas sumber daya alam Indonesia, karena memang aseng dan asing saling berebut untuk mengusai indonesia. namun kali ini kita fokus pada aseng (China).

Belum lama ini China mengklaim bahwa perairan Natuna adalah milik mereka, sontak membuat rakyat Indonesia kaget dan merasa geram terhadap pernyataan tersebut, bagaimana dengan pemerintah kita?, apakah mereka juga marah dengan pernyataan China yang ngaur?

”Yaa saya kira kita harus selesaikan dengan baik bagaimanapun juga China adalah negara sahabat” kata Prabowo di kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jumat( 3/1/20) Petang.

Memang geleng-geleng kepala ketika saya membacanya. Menhan Indonesia menjadi lembek karena kekuasaan, memang sudah tabiatnya begitu, jika sudah masuk ke dalam kubungan demokrasi maka imposible bisa bersih dari kubungan lumpur. 

Perairan natuna terletak di Kepulauan Riau. Natuna memiliki kekayaan hayati dan hewani yang berlimpah, belum lagi 11 M Barell minyak bumi dan 5,3 T meter kubik cadangan gas tersimpan diperairan Natuna. Membuat China sangat birahi mengusai Natuna. China dengan sombongnya mengklaim bahwa Natuna adalah perairan mereka. Kenapa mereka bisa mengkalim begitu?, dari segi geografis Indonesia dan China bukanlah negara tetangga Indonesia seperti Malaisya yang saling berdekatan wilayah. China mengklaim historis RRT atas ZEE dengan alasan bahwa para nelayan China telah lama beraktivitas di perairan Natuna. Jelas Klaim ini tidak bisa di terima karena tidak memiliki dasar hukum, dan tidak di akui oleh UNCLOS 1982. UNCLOS adalah hukum Internasional yang berlaku yang mengatur mengenai batas laut teritori sebuah negara. Padahal jelas bahwa Natuna adalah kedaulatan wilayah laut Indonesia berdasarkan ZEE (hanya nelayan berkewarganegaraan Indonesia yang berhak mengeksploitasi kekayaan laut dan memiliki hak untuk melakukan kegiatan ekonomi dalam batas wilayah tertentu.  

Di sisi lain Selat Malaka, Malaka saat ini dilewati seratus ribu Mother Vessel, 80% adalah kapal perniagan milik China yang sekarang ini kita tidak dapat benefitnya sepeserpun, bahkan dapat sampah dan kotoranya. Selat Malaka terletak diantara perairan Malaysia dan Indonesia. China mengincar Selat Malaka, kenapa Malaka? apa pentingnya Malaka bagi China?. Semenjak Presiden China menyatakan reformasi ekonomi China, mereka menyadari bahwa sumber energi nasional yang ada di China tidak akan mampu bertahan dan akan habis. Solusinya China berusaha mencari sumber energi dari luar seperti energi batu bara, minyak, gas, uranium nuklir harus dicari dari luar China. Oleh karena itu China mencari semua kebutuhanya ke berbagai negara, salah satunya di Indonesia. Namun jalur untuk membawa sumber energi tersebut harus melalui Selat Malaka, maka Mhina berusaha untuk mengusai Selat Malaka untuk kepentingan mereka. Dan apakah Selat Malaka sudah di taklukan China? Jawabanya Ya, China sudah mengusainya lewat peguasa Indonesia dan Malaysia yang berkhianat.

Hampir semua wilayah Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang melimpah di kuasai oleh China, tambang emas terbesar yang ada di pulau  Halmahera juga sudah di taklukan oleh China, hingga bendera China dengan sombong berkibar di pulau Halmahera, sungguh menyedihkan bukan keadaan Indonesia saat ini.

Itulah beberapa fakta bahwa perairan Indonesia sudah di  kusai China, walaupun tidak dipungkiri masih banyak lagi wilayah indonesia yang telah dikuasai. Semua masalah diatas terjadi karena lemahnya pertahanan indonesia dalam mempertahankan sumber daya alam Indonesia. Mereka hanya pandai menumpuk hutang, tidak bisa bayar Natuna digadaikan. Rezim kita saat ini hanya mementingkan kepentingan mereka, menumpuk kekayan, biar rakyat menderita asalkan mereka happy. Sistem kapitalis liberalis membuat indonesia tidak punya harga diri dimata asing aseng. 

Kita sebagai rakyat sudah menderita malah ditambah menderita lagi. Islam telah mengatur masalah ini, dalam Islam semua sumber daya alam harus di kelola oleh negara, tidak di boleh di kelola oleh individu apalagi di kuasai oleh asing maupun aseng. Sudah sejatinya kita harus membuang sistem bobrok demokrasi yang merugikan Indonesia mengantikanya dengan aturan yang bisa membangkitkan kesejahteraan dari segala segi yaitu aturan Islam yang diciptakan oleh Sang Pencipta.
Waallahu’alam