Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat  diwakili Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H. Joben meresmikan (launching) manasik haji sepanjang tahun, di Kota Sawahlunto, Selasa (8/9).

"Manasik haji sepanjang tahun merupakan program Dirjen PHU, mari kita sukseskan," ujarnya di Aula Kemenag Sawahlunto.

Berdasarkan Indeks Kepuasaan Jemaah Haji Indonesia (IKJI) tahun 2019 sambung Joben mengalami kenaikan signifikan sejak tahun 2010 yakni 85, 91 persen.

Kendati demikian kata Kabid PHU, ketinggian prosentase IKJI tersebut tidak begitu mencuat pada kategori pelayanan bimbingan manasik haji.

"Melalui bimbingan manasik haji sepanjang tahun kita harapkan dapat mendongkrak kepuasan masyarakat pada pelayanan bimbingan manasik haji," pintanya.

Dia menambahkan, sesuai Undang-undang Nomor 8 tahun 2019, masyarakat berhak menerima bimbingan manasik haji dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama.

"Jika kita tidak penuhi hak masyarakat tentang manasik haji berarti melanggar undang-undang," kata Joben.

Menutup sambutan, Kabid PHU itu berharap Kemenag Kabupaten/Kota senantiasa berinovasi agar pelayanan ibadah haji yang dilakukan Kementerian Agama kian meningkat.

Sebelumnya Kepala Kankemenag Kota Sawahlunto H. Idris Nazar menyampaikan, dirinya bersama jajaran akan berupaya membuat terobosan baru tentang manasik sepanjang tahun.

"Saat ini manasik haji sepanjang tahun baru berupa video, Insya Allah nanti akan diupayakan kerjasama dengan media elektronik seperti radio daerah hingga televisi kabel yang ada di Sawahlunto," terangnya.

Dalam sambutan, Kepala Kankemenag Idris Nazar meminta dukungan penguatan dana dari Kanwil untuk tahun besok untuk mendukung peningkatan pelaksanaan program manasik haji sepanjang tahun. 

Selanjutnya penekanan tombol sirine oleh Kabid PHU didampingi Kepala Kankemenag dan Kasi PHU H. Zainul Arizal menandai secara resmi dimulainya manasik haji sepanjang tahun.

Di akhir kegiatan, Kakan Kemenag menyerahkan kepada Kabid PHU hasil karya siswa MAN berupa alat pencuci tangan (Hand Sanitizer) serta satu buah buku karangan Guru MAN Sawahlunto.

"Kami minta buku ini dapat bapak pajang di pojok literasi Kanwil Kemenag Sumbar," tutup Idris. Sumber : sumbar.kemenag.go.id (suf@hmi)vn