Nn, Yogyakarta~ Jendral TNI gatot Nurmantyo selaku Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), menyidir mahasiswa Indonesia yang kerap melakukan aksi demontrasi merusak dan membakar fasilitas kampus.

Data yang tercatat selam tiga tahun belakangan ini ada 21 pembakaran fasilitas kampus yang dilakukan mahasiswa. Aksi ini tidak mencerminkan seorang intelektual yang berpendidikan, sindir Gatot.

"Mahasiswa tawuran atau berkelahi mungkin itu biasa, bisa karena rebutan pacar. Tapi kalau sampai bakar kampus? Apa ini namanya?" katanya saat menggelar dialog dengan aparat pemerintah daerah, DPRD, tokoh agama dan tokoh pemuda di hotel Rich Yogyakarta, Senin Pagi ini

Gatot juga mengatakan, bahwa perilaku mahasiswa tersebut melebihi pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ), menurutnya pasien RSJ yang dirawat dengan kondisi tidak waras saja tidak pernah membakar RSJ, tempat mereka diobati. Namun mahasiswa yang memiliki pendidikan tinggi perilakunya melebihi orang gila, cakap Jendral Gatot.

Menurut analisis beliau, perilaku ini disebabkan karena Proxy War yang berlangsung di Indonesia. Ini karena pengaruh kebudayaan yang direkayasa Negara asing untuk merusak generasi muda Indonesia.

Bukan hanya itu, cara lain untuk merusak generasi muda Indonesia yang dilakukan pihak asing dilakukan dengan narkoba. Menurut beliau Indonesia menjadi sasaran pasar peredaran narkoba bagi gembong-gembong narkoba dunia.

"Persebaran narkoba sasarannya adalah anak muda. Itu salah satu cara untuk merusak Indonesia. Kalau sudah kena narkoba, mereka bisa berkelahi, membunuh orang, merusak tanpa rasa bersalah," tandasnya. (mond)