Oleh : Sumiati 
Praktisi Pendidikan 

Indonesia Quran Camp KU telah berlalu, namun suasana hangat, haru, semangat, masih menyelimuti hati seluruh peserta baik pendamping maupun santri. Momen berharga nan istimewa masih sangat melekat. Persiapan yang luar biasa disiplin telah melahirkan pribadi santri mulia dalam naungan Allah Swt. 

Dari setiap orang yang mendengar, menyimak acara IQC ini masih belum berhenti membicarakan acara tersebut. Ada yang mengatakan " . Luar biasa Masya Allah "  "Sukses acaranya bahagia para pesertanya ". Respon positif menjadi energi positif pula untuk keluarga besar Khoiru Ummah terutama para penghafal Alquran se-Indonesia berkumpul saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. 

Testimoni salah satu peserta IQC dari STPKU Tingkat Dasar Rancaekek Bandung, Muhammad Fursan Ramdhani, kelas 6 usianya 10 tahun  mengatakan :
Ini pengalaman yang keren, senang sekali, rugi jika tidak menjadi bagian di dalamnya.
Camping terkeren yang pertama kali diikuti, tendanya bagus, tidurnya di kasur, walaupun tidur larut malam, bangun dini hari, tetap semangat dan tidak ngantuk. Para pembimbingnya baik-baik dalam mengarahkan kami.

Menu makan 3 kali sehari halal thoyyib tentunya. Menjadi asupan gizi terbaik dalam sepanjang aktivitas. 

Melakukan berbagai aktivitas diatur menjadi tertib. Bahkan di sana satu tenda di satukan dengan salah satu peserta dari KU Majenang Jawa Tengah. Ia bernama Zidan dan baik sekali, ananda Fursan masih terus mengenang kebersamaan dengannya, ditambah lagi sempat di traktir oleh Mas Zidan. BarakaLlaah untuk semuanya. 

Tak ketinggalan bagi ananda Fursan adalah AlbiahKU yang dilaksanakan di sana begitu berkesan. Shalat berjamaah yang biasa ia lakukan di rumah, di acara IQC tetap istiqomah bahkan semakin bersemangat untuk melakukannya bersama teman-teman seperjuangan. Setiap ada waktu luang ananda Fursan selalu mengisinya dengan tilawah. Masya Allah, kami sebagai orang tua begitu terharu, semoga istiqomah tetap terjaga.

Begitupun ketika digelar wisuda akbar, ananda Fursan begitu terharu, berkumpul bersama para hafidz Alquran, bertemu dengan Ustad dan Ustadzah, bertemu dengan Syeikh dari Yaman dan Mesir, memiliki kebanggaan tersendiri baginya. Terlebih lagi ketika menerima piagam dan tropi berkat tasmi 4 juz mutqin. Sulit digambarkan dengan sebuah kata-kata. Perpulangan dari IQC menjadikannya lebih dewasa. Semoga ananda Muhammad Fursan Ramdhani suatu hari bisa faqqih fiddiin sebagaimana para Syeikh yang ia kagumi.

Barakallaah shalih anak-anakKU.