Untuk memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret, BWS Sumatera V menggelar kegiatan penanaman pohon yang bertujuan untk membentuk kesadaran dan upaya mencegah krisis air global di masa depan.

Ide Hari Air ini dimulai pada 1992, saat Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Lingkungan dan Pembangunan di Rio de Janeiro berlangsung. Pada tahun yang sama, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi resolusi yang menyatakan tanggal 22 Maret setiap tahun sebagai Hari Air Sedunia.

Air adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dalam segala bidang. Dalam menghadapi ketidakseimbangan antara ketersedian air dan kebutuhan air, maka sumber daya air yang ada harus dikelola dengan sebaik-baiknya dengan tetap mengedepankan fungsi sosial, ekonomi dan lingkungan hidup secara selaras.
Selain itu Air juga merupakan unsur terpenting bagi kehidupan. Air tidak hanya menjadi sumber konsumsi bagi masyarakat tetapi juga menjadi faktor pendukung pembangunan ekonomi, sosial dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat.  Masalah air yang sedang dihadapi masyarakat saat ini salah satunya yaitu bagaimana caranya untuk memanfaatkan dan mengelola sumber air agar memiliki kualitas yang baik.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat seperti biasa setiap tahunnya melaksanakan perayaan Hari Air Dunia. 

Tahun ini Perayaan Puncak Hari Air Dunia Ke XXIX dilakukan secara online dan offline di Bendungan Sindangheula Kabupaten Serang Provinsi Banten. Dalam kesempatan tersebut hadir Wakil Menteri PUPR John Wempi Watipu bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

John Wempi Watipu menyebutkan masyarakat perlu diberikan kesadaran tentang tanggungjawab memelihara alam yang menjadi sumber air untuk kedepannya. Sejelan dengan hal tersebut Muhadjir juga menyebutkan pentingnya valuing water mengelola air menjaga kehidupan.

Pada Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS S ) V Padang, Perayaan HAD Ke XXIX dilaksanakan di Batang Jirak Pegambiran Kota Padang.
BWS S V Padang mengundang berbagai instansi terkait, tokoh masyarakat dan Komunitas Peduli Sungai (KPS). Dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan PKS antara BWS S V Padang dengan KPS Pelangi dan KPS Kamang Hilia. Sementara itu, Kepala BWS S V Padang, Dian Kamila,ST,MT menyampaikan bahwa dalam rangka memperingati Hari Air ke-XXIX, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan aksi penanaman pohon secara serentak di 34 Provinsi di Indonesia, salah satunya di Provinsi Sumatera Barat. Untuk mendukung kegiatan di atas, Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang akan melaksanakan penanaman pohon Di Batang Jirak.

Melalui tema ini, diharapkan terbentuk pemahaman dan kepedulian betapa berharganya air bagi individu maupun berbagai kelompok masyarakat, yang pada akhirnya mendorong partisipasi untuk dapat menjaga dan mengelola air dengan baik, serta bertujuan meingkatkan perhatian dan kesadaran publik akan pentingnya air dan pengelolaan sumber air secara berkelanjutan. “Pohon yang ditanam sebanyak 100 pohon tanaman produktif seperti mangga, durian, rambutan, lengkeng, jeruk, dan jambu jamaika. Dari penanaman ini  diharapkan dapat tumbuh dan menjadi area tangkapan air baru untuk memperbaiki kondisi area tangkapan air” Kata Dian.

 “Kementerian PUPR berharap dapat bersinergi dengan berbagai K/L (Kementerian dan Lembaga) dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke-29 Tahun 2021, terutama dengan Kemenko PMK, dan 8 K/L yang terjalin dalam kerja sama GNKPA (yaitu: Kemendagri, Bappenas, PUPR, Kementerian, KLHK, BUMN, ATR/BTN, & Kemendes), serta BMKG, dan BNPB”tambahnya.


Hari air dunia bukan hanya sebatas seremoni. lebih dari, masyarakat harus dapat merasakan makna dan manfaatnya sebagai kegiatan yang berkelanjutan. Selanjutnya tetap waspada pandemi Covid-19, kegiatan penghijauan atau penanaman pohon pada infrastruktur PUPR harus taat dan disiplin pada protokol kesehatan covid-19.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan air seperti melakukan daur ulang barang bekas, buang sampah pada tempatnya, meminimalisir penggunaan bahan kimia, menggunakan air secukupnya, melakukan sosialisasi, dan melakukan penghijauan seperti tanam pohon yang kita lakukan hari ini. Tumbuhan juga berfungsi sebagai penyaring, melakukan penanaman pohon di sepanjang sungai dapat menjaga saluran air tetap bersih. Tanaman hijau juga bermanfaat menangkal polusi udara, tanah dan air. (humas)