Penulis : Suratmi

Bank Dunia menyetujui pinjaman senilai US$250 juta atau setara Rp3,5 triliun (dengan asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS) untuk mendukung program peningkatan mutu madrasah dasar dan menengah di Indonesia.

Sungguh miris melihat utang negara yg semakin melangit, indonesia yang kaya akan SDM dan SDA seharusnya mampu membiayai pendidikan tanpa harus berhutang, sampai kapan indonesia akan lepas dari jeratan hutang, bila hutang terus bertambah bukan mengurangi. Dimana hasil kekayaan Alam indonesia..????

Ya, inilah cara mereka menjajah negeri kita tercinta yaitu dengan ikatan utang, yang menjadikan jalan asing untuk menjajah pendidikan atau dengan istilah no free lunch. Seperti yang kita ketahui ada yang salah dengan pendidikan kita saat ini, karna semakin tinggi pendidikan tidak menentukan semakin mulia akhlak, karna yang rusak moral tidak hanya yang berusia anak anak melainkan sampai yang dewasa, tidak hanya yang TK tapi juga yang sekolah sampai perguruan tinggi. Yang seharusnya terjadi semakin tinggi ilmu atau wawasan seseorang maka akan lahirlah akhlak yang mulia sesuai yang di ajarkan agama kita. Inilah minimnya tanggung jawab negara dalam memprioritaskan pembangunan  dalam pendidikan yang malah memberikan pendidikan ke pada asing dalam investasi pendidikan  untuk campur tangan dalam kurikulum pendidikan islam kita. 

Inilah peran negara dalam islam yaitu meningkatkan mutu pendidikan islam bukan dengan utang melainkan dari harta kepemilikan umum dan juga di peroleh dari zakat amal( ternak, pertanian perdagangan, emas dan perak) tiga pos ini akan melahirkan harta bagitu maal, karna bertumpu pada sektor produktif. Harta baitul amal juga selalu mengalir karna tidak terjerat utang tiba si. 

Dengan demikian kemandirian dan kedaulatan negara dapat terjaga dan potensi penutupan kebutuhan anggaran pendidikan dari hutang luar negeri dapat dihindari. Hanya dengan islam akan terwujud negara yg gemilang, yaitu dengan menerapkan syariat islam dalam seluruh aspek aspek kehidupan.

WallahUalam bishowab.
 
Top