Oleh : Hamsina Halisi Alfatih

Fenomena hijrah kini kian mewabah bahkan hingga mencangkup ke kalangan para selebritis. Tak menutup kemungkinan pula ada yang tetap istiqomah namun ada beberapa sebagian yang memilih futur dan menanggalkan hijrahnya demi kepuasan materi.

Tak hanya itu bagi masyarakat terutama kalangan muda mudi hijrah tak hanya sekedar dipandang sebagai perubahan dalam mengganti kostum tetapi hijrah didasari atas keimanan. Inilah yang membedakan cara pandang dalam memahami hijrah.

Hijrah atau kata lainnya yaitu moveon yang berarti berpindah atau berubah dari buruk menjadi baik, dari jahiliyah menuju kepada keislaman. Maka dari itu perlu dipahami bahwa hijrah tak hanya sekedar berpindah dari buruk ke baik seperti dari pacaran kemudian menikah, dari sholat kemudian sholat dan sebagainya.

Hijrah dilakukan harus secara totalitas, tak hanya sekedar hijrah pakaian namun juga hijrah pemikiran. Inilah yang dimaksud ketika kita ingin berislam secara kaffah atau menyeluruh.

Hmm, hijrah pemikiran itu seperti apa yah?
Nah didalam buku nizhomul islam bab 3 disitu dijelaskan tentang qiyadah fiqriyah (kepemimpinan berfikir) didalam islam seprti apa. Qiyadah fikriyah ini tidak akan terbentuk tanpa adanya qaidah fikriyah ( kaidah berpikir) yang menjadi asas atau pondasi untuk terbentuknya qiyadah fikriyah tadi.

Dari sinilah maka akan terbentuk landasan yang akan menentukan pandangan hidup serta pemikiran manusia. Apakah dia islam, sekuler atau sosialis. Karena dari itu hijrah pemikiran akan sangat berpengaruh terhadap keistiqomahan seseorang dalam perjalanan hijrahnya jika pemikiran tersebut tidak dibangun berdasarkan aqidah islam.

Maka untuk membetuk qiyadah fikriyah yang sesuai dengan aqidah islam ialah dengan menjadiakn Al-Quran dan As Sunnah sebagai pedoman hidup serta sebagai aturan dalam hidup kita sehari- hari.

Sehingga islam tak hanya dijadikan sebagai agama prasmanan, yang di suka kita ambil lalu yang tak sesuai justru kita abaikan. Islam bukanlah agama prasmanan tetapi kita diwajibkan untuk mengambil semua aturan yang ada di dalamnya. Itulah hijrah yang sesungguhnya tak hanya sekedar ganti kesing namun mampu memecahkan problematika umat saat ini, tentunya dengan membangun pemikiran cemerlang diatas aqidah islam.

Allah subhanahu Wata'ala berfirman: 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya.” (Al-Baqarah: 208)

_Wallahu A'lam Bishshowab_
 
Top