Oleh: Amanda Fadilsyah Giofani

Demokrasi, sistem yang berasaskan manfaat ini tampak semakin ganas menghabisi  mangsa yang ada di hadapannya. Segala cara di upayakan agar kepentingan para penganutnya tidak terganggu. sehingga siapapun yang mengganggu kepentingan/ kekuasaan mereka, maka habislah dia. Sebagaimana berita yang baru-baru ini terjadi  sangat mengejutkan semua orang dengan beredarnya rekaman video, terlihat banyak aparat yang menghabisi semua yang di hadapannya dengan begitu ganasnya. 

Kejadian yang terjadi pada tanggal 21-23 Mei tersebut sudah menunjukkan bagaimana kapitalis dalam berkuasa. bahkan dengan kejadian tersebut, Kelompok Relawan Kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee atau MER-C, berencana melaporkan aparat Kepolisan Indonesia ke Mahkamah Internasional. Hal ini, lantaran aksi dugaan kekerasan aparat terhadap warga sipil, termasuk petugas medis dan anak di bawah umur pada aksi 21-23 Mei 2019.

Bagaimana mungkin, para aparat yang seharusnya menjadi pelindung bagi seluruh rakyatnya  justru malah menjelma menjadi musuh. Inilah buah dari sistem Kapitalis Demokrasi yang hanya berebut kekuasaan tanpa memperdulikan nasib rakyatnya, namun justru mementingkan kepentingan pemilik modal yang akan terus menjadi pemenangnya. Selama kita masih menganut sistem kufur ini maka keadilan tidak akan pernah kita rasakan. Yang miskin akan terus miskin dan yang kaya akan menjadi semakin  kaya raya.
Dari fakta diatas kita dapat melihat bagaimana wajah asli Kapitalis Demokrasi , sejatinya Demokrasi adalah Serigala Berbulu Domba dimana Keserakahan, Ketidakadilan, dan Kedzoliman di Negeri ini berawal dari Kekuasaan yang ingin di pertahankan, semua jalan menuju kesana di halalkan. Sebab kekuasaan adalah alat yang paling efektif untuk mendapatkan harta kekayaan secara instan.
Kini umat sudah mulai gerah dengan system yang hanya membuat mereka semakin menderita, perlahan mereka mengerti bahwa Kapitalis Demokrasi adalah system yang salah, karena system ini adalah produk buatan manusia yang mencoba untuk mengatur manusia. 
Demokrasi bertentangan dengan islam, karena dalam demokrasi kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat (manusia) sedangkan dalam islam kedaulatan tertinggi berada di tangan Allah. Ini adalah kriminalitas yang paling tinggi yaitu ada Tuhan selain Allah, sang pembuat hukum yang mereka sebut dengan wakil rakyat.
Nyatanya, para penganut Demokrasi tidak pernah melakukan diskusi terlebih dahulu kepada rakyatnya. Yang ada kebijakan diputuskan terlebih dahulu lalu di diskusikan. Demokratiskah ini?. selain bertentangan dengan islam, ide Demokrasi adalah ide bohong, ide dusta demi kepentingan elite penguasa agar mereka  tetap mampu berkuasa.
Kini umat sudah mulai muak dengan kebohongan yang terus di lakukan. Mereka sudah mulai merindukan sosok Khalifah yang bisa menjadi pelindung bagi mereka. Hanya Islamlah yang mampu memberikan pengayoman bagi rakyatnya.Hukum Islam tidak dapat di ubah seenak enaknya karena hukum ini turun langsung dari sang pencipta.

Berbagai tuduhan tentang khilafah hanya akan semakin membuat umat rindu kepada khalifah dalam naungan khilafah. Tugas kita berdoa, berusaha, mengkaji islam, dan dakwahkan islam terus menerus. Jangan putus asa,sebab manusia pasti akan merindukan kebenaran. sebab itulah fitrah manusia.

 
Top