N3 Payakumbuh - Sebagai realisasi tugas pokok TNI dalam operasi militer selain perang, (OMSP) maka Koramil 01/Payakumbuh maksanakan fungsi pembinaan teritorial sala satunya dengan selalu menjalin kerjasama dengan berbagai unsur, baik unsur pemerintah serta masyarakat di wilayah binaannya.

Salah satu upaya yang dilaksanakan yaitu dengan bekerjasama mencoba memberdayakan potensi sarana kolam penampungan limbah yang dimiliki oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatra Barat yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional di Kenagarian Aur Kuning, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, di TPA Regional tersebut terdapat 80 petak kolam penampungan akhir. Yang mana berdasarkan pemeriksaan awal oleh instansti terkait, bahwa air limbah di kolam2 tersebut mengandung kadar PH air 8, Suhu air 30°, kandungan nitrogen dan unsur lainnya diatas 200.

Sehingga secara ilmiah kolam tersebut tidak dapat digunakan, apalagi untuk budidaya ikan dan budidaya lainnya. Uji coba juga sudah pernah dilakukan sebelumnya, yaitu dengan memasukan 1kg ikan lele dan 1kg belut. Namun kurang dari 10 menit, ikan-ikan tersebut tidak mampu bertahan lagi, mengambang dan akhirnya mati.

Sembari menunggu hasil uji ciba laboratorium, berdasarkan sample yang telah diambil oleh dinas terkait, sesuai arahan Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav. Solihkin, S.Sos., MM, Koramil 01/Payakumbuh kembali melaksanakan uji coba dengan menaburkan Decomposer Bios 44 sebanyak 100 liter ke dalam kolam bak penampungan awal, dari kolam-kolam yang ada dengan berbagai variasi ukuran tersebut.

Danramil Joni Forta menyebutkan, setelah 3 hari kemudian, Koramil akan kembali mencoba memasukan ikan lele dan belut ke dalamnya. Apabila lele dan belut-belut tersebut mampu bertahan hidup, maka Koramil 01/Payakumbuh akan menindaklanjutinya dengan cara bekerjasama dengan dinas terkait khususnya dinas pertanian, pertenakan dan perikanan Kota Payakumbuh untuk memanfaatkan kolam-kolam tersebut dengan budi daya ikan.

Sembari terus melakukan uji coba secara ilmiah terhadap kandungan air dalam kolam-kolam tersebut, guna mendapatkan formulasi serta perbandingan yang paling tepat dan aman. 

"Dengan demikian, kolam-kolam tersebut dapat bermanfaat bagi semua pihak. Serta dapat dijadikan sebagai peluang usaha bagi pemerintah dan terutama sebagai peluang  lapangan kerja bagi masyarakat disekitar lokasi," kata Danramil Joni Forta. (Rstp)
 
Top