Verawati S.Pd. ( Praktisi  Pendidikan)

Kembali, kasus prostitusi yang melibatkan sejumlah selebriti diungkap oleh pihak polisi.  Selain dua artis, polisi juga mengamankan dua muncikari asal Jakarta dan satu asisten. Total 5 orang yang diamankan. Sekali kencan, Vanessa Angel disebut pasang tarif Rp 80 juta. Sedangkan Avriellia Shaqqila bertarif Rp 25 juta. ( DetikNews 07/10/2019) 

Jika menurut Adek Afi, bahwa VA punya hukum pasar tersendiri, memiliki harga di luar harga pasaran. Itu benar adanya. Karena negeri ini penganut sistem ekonomi kapitalis. Dimana ada permintaan, pasti ada penawaran.  Sekalipun yang diminta adalah barang dan jasa yang terlarang atau membuat kerusakan pasti ada yang menawarkan. Maka tak heran jika  narkoba banyak  beredar. Begitu pula dengan  jasa prostitusi terus menjamur. Karena keberadaannya di halalkan. Yang di jerat hanya para muncikari saja.

Prostitusi tak hilang dengan dihilangkannya Dolly. Justru saat ini kian menjamur. Bahkan sampai kalangan artis. Tentu hal ini membuat miris.  Lantas apa penyebab utamanya dan apa solusinya? Karena jika hal ini terus dibiarkan akan menjadi kerusakan di tengah-tengah masyarakat.

Kalau kita cermati, hal yang mendasarnya adalah diterapkannya sistem hidup kapitalis liberal di usung pemerintahan demokrasi. Demokrasi memberikan ruang yang begitu bebas dalam perilaku individu sekalipun membahayakan masyarakat. Karena yang menjadi standarnya adalah keuntungan dan manfaat. Selama  ada keuntungan meski perkara tersebut adalah kriminalitas dan kejahatan yang jelas merugikan masyarakat akan terus ada bahkan menjamur. Seperti prostitusi

Selain sistem, secara individu. Dalam  sistem kapitalis individu-individu didorong untuk rakus dan bergaya hidup mewah. Menurut Abbas mantan muncikari yang pernah dibui membeberkan. Alasan kenapa banyak para selebriti, model bahkan ada dari pramugari terjerumus dalam prostitusi adalah gaya hidup mewah. Gaji mereka terbilang cukup bahkan tinggi tapi gaya hidup mewah ternyata gaji yang tinggi itu tak dirasa cukup. Sehingga mereka ikut dalam prostitusi. Inilah paham kapitalis yang diemban oleh sistem demokrasi. Dengan slogan kebebasan dan hak asasi manusia.

Islam Memberi solusi
Ada beberapa pilar dalam sistem Islam yang mampu mencegah perbuatan zina atau prostitusi terjadi di masyarakat.

Pertama, ketakwaan individu. Sesungguhnya Islam meletakan dan menilai derajat seseorang bukan karena harta ataupun jabatan. Namun yang di nilai adalah ketakwaan. Sebagaimana firman Allah SWT " Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah SWT adalah orang yang paling bertakwa". (TQS Al-Hujrat 13 ).

Dengan ketakwaan yang dimiliki individu maka seseorang akan senantiasa meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiat. Menjauhi sifat-sifat yang tidak baik, seperti rakus, boros dan juga riya dan sombong. Sebaliknya akan taat kepada Allah dan menyifati diri dengan sifat-sifat terpuji seperti qonaah dan sabar.

Kedua, adalah kontrol masyarakat. Dalam sistem Islam. Saling mengoreksi adalah perbuatan yang sangat dianjurkan. Sebagai bentuk kasih sayang diantara sesama. Sebagaimana firman Allah SWT

" Saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran" ( Al - Asr ; 3). Jelas ayat ini memerintahkan untuk beramar-maruf nahi munkar. Semuanya didorong atas saling menyayangi sesama. Seperti virus, kemaksiatan bila dibiarkan akan merusak, tidak hanya individu pelaku, namun juga masyarakat secara umum. 

Ketiga, peran negara. Negara akan menerapkan sejumlah aturan dan sangsi. Islam mengatur bahwa hubungan suami istri hanya boleh ketika sudah dalam pernikahan saja. Sedangkan di luar itu adalah terkategori zina. Dalam Islam, zina termasuk perbuatan kriminal. Sebab, perbuatan tersebut dilarang, bahkan terkategori dosa besar. Sebagai layaknya kriminal, pelakunya harus dihukum. Islam menetapkan hukuman keras bagi pelakunya:  rajam hingga mati bagi muhshan dan cambuk 100x bagi selainnya. 

Sifat dari aturan ini sangat jelas memiliki efek jera bagi pelakunya dan efek mencegah bagi yang lainnya. Sekaligus aturan ini sebagai penghapus dosa bagi pelakunya. Sehingga tidak ada pilihan bagi umat Islam untuk patuh dengan menerapkan Islam secara Kaffah dalam sistem Islam yaitu Khilafah.

Wallahu ‘alam bishoab
 
Top