N3, Padang - Sekaitan adanya dugaan Kampanye terselubung dari oknum Caleg PPP Nikki Lauda Hariyona dan Marwan Anas yang difasilitasi oleh Plt Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pesissir Selatan di MTSN Darul Ulum Lunang mengundang gonjang ganjing ditengah masyarakat. 

Pasalnya, sangat tidak pantas seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) turut serta memberi dukungan dan mensosialisasikan, salah satu partai, caleg maupun presiden kepada masyarakat, terutama kepada kalangan ASN.
Laporan ke Polda Sumbar

Ketua DPW PPP Sumbar  Hariadi saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa Hal ini sebenarnya telah sampai dan ditangani  KPU Pesisir Selatan. Dan apabila memang ada orang yang melapor ke KPU dan Polda Sumbar., itu hak mereka. 

Ia menilai surat pernyataan tersebut, tidak dapat dipertanggungjawabkan, karena semuanya hanya katanya dan katanya, ucap Hariadi.

Sekaitan dengan adanya bukti anaknya Nikki melakukan sosialisasi yang difasilitasi Plt Kepala Kantor Kemenag Pesisir Selatan, menurutnya pada saat itu posisi Nikki bukanlah dalam posisi Caleg. Nah persoalan ini mulai mencuat saat posisinya telah menjadi Caleg. Pertanyaannya, apakah kebebasan seseorang untuk berfoto dengan orang lain dilarang, apalagi pada saat itu, ada Bawaslu yang hadir dan menyaksikannya, kata Hariadi.

Mencuatnya persoalan ini, diduga telah dipolitisir oleh oknum-oknum yang mungkin tidak senang dengan partai PPP.

Isu Kedekatan Hariadi Bersama Kemenag

Terkait dengan isu kedekatannya dengan Kemenag, Hariadi pun menerangkan bahwa, secara kepartaian hubungan antara Ia dengan Kemenag memang sangat dekat. Dan apabila dikatakan saya memperoleh proyek dari kedekatan itu, dengan tegas Ia mengatakan, "apabila memang ada ditemukan atas nama saya mengerjakan proyek dari Kemenag, maka saya akan membayar 100 juta kepada orang dimaksud". 
Foto Sosialisasi.Nikki dan Marwan didampingi Plt Kepala Kantor Kemenag Pessel

Dan saat ditanya, secara pribadi apakah memang ada Ia mengajak atau menghimbau karib kerabat nya baik masyarakat maupun ASN, agar memberi dukungan terhadap Ia dan keluarganya menjadi Caleg, Hariadi pun mengakui, itu memang ada, tetapi, secara pemaksaan Ia akui tidak pernah sama sekali, karena Ia juga menghargai kebebasan demokrasi masyarakat Sumbar.

Ia menilai secara kepartaian, persoalan ini  tidak akan berimbas terhadap partai maupun Pencalegan Niki. Karena itu semua tergantung pada masyarakat. Apakah itu positif maupun negatif, kami hanya menyerahkan saja kepada masyarakat.

Untuk itu Ia berharap, kalau memang ada indikasi menjatuhkan partai PPP jangan hal seperti dilanjutkan lagi, harapnya. Nal Koto/Nofri/Hendrison

 
Top