N3, Padang ~ Mardios yang akrab disapa Uncu Bedeng, Sekretaris PAC Partai Hanura Koto Tangah mengharapkan pasangan nomor urut 1 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018, Emzalmi-Desri Ayunda mengatasi pengangguran di Kota Padang.

Pasalnya, kata Uncu Bedeng, tingkat pengangguran di kota ini kian meningkat, seiring dengan banyaknya lulusan SLT sederajat dan perguruan tinggi setiap tahunnya. Sementara, ketersedian lapangan pekerjaan semakin sempit.

"Kami sengaja mengundang paslon Emzalmi-Desri ke sini, bertemu ramah dan bersilaturahmi dengan ratusan masyarakat dan pemuda yang ada di sini. Awalnya kami mengundang Pak Em, tetapi karena Pak Em ada urusan ke Jakarta, maka Pak Des yang menghadiri," ungkap Uncu Bedeng ketika memulai temu ramah dengan Desri Ayunda, Rabu, 4 April 2018. 

Ia mengatakan, ratusan masyarakat dan pemuda ini ingin mengatahui program Emzalmi-Desri Ayunda sebagai calon yang berlaga di Pilkada 27 Juni 2018 nanti. Terutama terkait dengan pengentasan kemiskinan, pengangguran dan pemberdayaan generasi muda. 

"Kita sama-sama tahu, tingkat pengangguran sangat tinggi di kota ini. Begitu banyak generasi muda yang sudah menyelesaikan pendidikannya di SMK/SLTA sederajat dan perguruan tinggi yang menganggur, karena sempitnya lapangan pekerjaan," ungkapnya.

Ia berharap, tagline Emzalmi-Desri Ayunda untuk semua, betul-betul diwujudkan jika pasangan ini terpilih. Apatah lagi, saat ini masyarakat betul-betul merindukan sosok pemimpin yang mengayomi, sosok pemimpin yang tak terbelenggu kepentingan partai, yaitu sosok pemimpin untuk semua lapisan warga kota. 

Pada kesempatan itu, Desri Ayunda menyampaikan permintaan maaf Emzalmi yang tidak bisa hadir memenuhi undangan Uncu Ledeng. Ia mengatakan, Emzalmi saat ini sedang berada di Jakarta karena ada suatu keperluan. 

"Sebenarnya, Pak Em dengan saya ke Jakarta. Namun, karena harus memenuhi undangan Uncu Ledeng, maka disepakati, saya yang mewakili. Sedangkan Pak Em, masih di Jakarta sampai saat ini," ungkap Desri. 

Desri mengatakan, tingkat pengangguran di Kota Padang harus diakui masih tinggi. Ini disebabkan sempitnya lapangan pekerjaan. Tingkat pengangguran itu tentu berbading lurus dengan tingkat kemiskinan. Saat ini, angka kemiskinan di Kota Padang mencapai 26 persen. 

"Banyak anak-anak kita yang sudah menyelesaikan sekolah maupun kuliahnya yang menganggur. Mereka tak memiliki kesempatan kerja, karena lapangan pekerjaan itu benar yang sempit. Akibatnya, mereka menjadi beban bagi keluarganya," terang Desri.

Sebenarnya, kata Desri, generasi muda bisa menciptkan lapangan pekerjaan sendiri. Caranya dengan mendorong mereka pada industri kreatif yang sedang digalakan pemerintah. Maka tugas pemerintah daerah adalah memfasilitasi mereka untuk berusaha, seperti bantuan permodalan sesuai dengan regulasi yang telah ada.

Langkah lainnya, jelas Desri adalah dengan mengundang investor ke Kota Padang. Terutama investor yang bergerak di bidang industri padat karya yang benyak membutuhkan tenaka kerja, sehingga generasi muda yang sebenarnya memiliki kemampuan tadi, bisa ditampung di lapangan pekerjaan yang dibuka investor. 

"Pembenahan objek wisata yang ada juga bisa menjadi solusi. Pantai Padang itu tak hanya yang terletak di Padang Barat. Pantai Padang membentang dari Bungus sampai Pasia Djambak. Jika itu dikelola menjadi destinasi wisata, maka akan menciptakan lapangan pekerjaan," ungkap Desri. 

Disamping itu, urai Desri, sistem pendidikan di daerah ini juga perlu dibenahi. Pasalnya, mutu pendidikan di Kota Padang sebagai ibukota provinsi malah kalah oleh daerah lainnya di Sumbar. Akibatnya, generasi muda Kota Padang kalah bersaing, baik di tingkat lokal maupun nasional, apalagi internasional. 

"Tentu, untuk mewujudkan cita-cita ini, tak hanya oleh kami. Dukungan bapak ibu, warga Kota Padang sangat kami harapkan. Untuk itu, mari ke TPS pada tanggal 27 Juni 2018, mari kita gunakan hak suara kita. Satu suara saja, sangat menentukan," tuturnya.

Dikatakan Desri, pemuda adalah Parik Paga Nagari. Di tangan pemuda ini kampung halamannya terjaga dengan baik. Ditangan pemuda pula, kemajuan daerah ini terletaknya. Untuk itu, harus diciptakan pemuda berkualitas dan berintegritas. 

"Sebagai motor penggerak kemajuan daerah, pemuda harus betul-betul berkualitas dan berintegritas. Disamping itu, pemuda jangan sampai terjerumus ke perilaku yang menyimpang, seperti mengkonsumsi narkoba, LGTB, dan lainnya yang saat ini sedang marak," tegasnya. By
 
Top