N3, Pengerjaan Proyek Irigasi Kasang 2 yang belokasi di Kelurahan Batipuh Panjang Kecamatan Koto Tangah Kota Padang yang menghabiskan anggaran milyaran rupiah dari uang rakyat disinyalir telah melanggar spesifikasi yang telah ditentukan, karena kontraktor pelaksana diduga sengaja mengaburkan informasi yang seharusnya diketahui masyarakat dari mana anggaran siapa kontraktor pelaksana dan berapa uang rakyat yang digelontorkan untuk proyek tersebut. Tak ayal  masyarakat sekitar menyebut proyek irigasi itu proyek siluman, karena di lapangan tidak ditemui plang proyek.

Masyarakat sekitar sangat bangga dengan perhatian pemerintah dengan membangun irigasi dengan dana milyaran rupiah di daerah mereka. Akan tetapi rasa bangga dari masyarakat tesebut lambat laun berubah menjadi rasa khawatir, setelah melihat cara kerja Kontraktor yang  tidak sesuai dengan Bestek atau gambar kerja sehingga dikhawatirkan Proyek dengan anggaran Milyaran Rupiah hanya akan sia sia dan tidak bakalan bertahan lama.

Dari hasil investigasi dan penelusuran media ini di lapangan banyak ditemui kejanggalan dalam pengerjaan Proyek yang bernilai milyaran tersebut, seperti pada pengerjaan pasangan batu dari hasil pantauan diduga tidak memakai Kopor sehingga dikwatirkan setelah dipergunakan nantinya akan mudah roboh dan akibat tergerus air. Kebobrokan dalam pengerjaan proyek tersebut juga ditemui pada pasangan yang diduga tambal sulam. Menurut informasi dari masyarakat sekitar seharusnya pasangan yang lama yang sudah rapuh harus dibongkar habis. 

Namun bagi kontraktor demi untuk mencari keuntungan besar dan mencuri Volume maka terlihat pada pasangan itu terjadi tambal sulam alias masih mempergunakan pasangan batu yang lama dan ditutupi dengan Plaster yang baru.

Kenjanggalan lain juga ditemui pengambilan material yang hanya mengkomersilkan bahan yang ada di lokasi sungai yang diduga tanpa izin sehingga boleh dikatakan demi keuntungan kontraktor memamfaatkan bahan material illegal.

Di samping itu pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang maupun konsultan pengawas yang dibayar negara untuk mengawasi kinerja kontraktor  tidak ditemui di lapangan sehingga terkesan memberi kebebasan dan keleluasaan dalam mengerjakan Proyek sesuka hatinya.

Ketika fakta kecurangan yang ditemui  di lapangan  dikonfirmasikan media ini kepada Kabid  SDA Dinas PU Kota Padang Herman H terkesan kabid yang sudah berkarat di bidangnya ini tidak bersikap netral dan terkesan berkonspirasi dengan kontraktor. Pasalnya, bukannya berniat akan meninjau  dan memantau ke lapangan justru Herman membantah fakta dan hasil telusuran media ini. Jelas sikap Herman selaku kepala bidang seakan merestui dan mendukung kebobrokan kinerja kontraktor .

Jelas saja kontraktor pelaksana yang juga dihadirkan Heman H saat itu seakan mendapat restu dan angin segar.

“ Tidak mungkin pasangan itu tidak memakai kopor, kalau tidak memakai kopor pasti akan runtuh tapi pada irigasi ini kopornya tidak sama dengan irigasi lain ,”ujar Herman membela kontraktor tanpa ada berniat untuk meninjau ke lapangan.

Sementara didik yang mengaku direktur PT Bumi Purnama sebagai kontraktor pelaksana Proyek Irigasi Kasang 2 yang menghabiskan Aggaran lebih kurang 3 (tiga) Milyar, sewaktu Wawasan mengkonfirmasikan persoalan ini juga berada di ruangan Kabid SDA Dinas PU Padang, Herman H, membantah hasil temuan lapangan Wawasan.

Menurut pengakuannya, masyarakat  sekitar justru memuji hasil kerja kontaktor ini yang juga mengaku mempunyai dan mengantongi ID Card salah satu mingguan di Kota Padang ini.

“ Masyarakat sekitar justu memuji kerja kami karena belum ada kontraktor yang bekerja sepeti kerja kami ,”ujar didik kepada media ini dengan nada pongah dan diamini oleh Herman H selaku Kabid SDA Dinas PU Kota Padang. 

Kongkalingkong pengerjaan Proyek Iragasi Kasang 2 tersebut jelas mendapat kecaman dan sorotan masyarakat sekitar dan beberapa LSM yang ada di Kota Padang ini. Salah satunya adalah LSM LP A 1 Sumbar yang sangat anti dengan praktik Kongklingkong dan KKN. 

Syafri Tanjung , Sekretaris jendral LSM  LP A1 Sumbar sangat terkejut ketika melihat dokumentasi lapangan dari Proyek Irigasi Kasang 2 yang dipelihatkan Wawasan ketika diminta komentarnya di kantornya pada Kamis (18/8).

,”kalau  seperti ini jelas sekali kebobrokannya ,jelas saja kontraktor disini mencari untung besar dengan segaja mengurangi spek ini sudah termasuk unsur Korupsi. Kami dari LSM juga akan menindak lanjuti dengan menyurati penegak hukum agar praktek seperti ini tidak terus berlanjut,” ujar syafri Tanjung dengan nada ketus.  (TIM)

 
Top