N3, Parepare ~ Pemerintah Kota Parepare kebingungan menyelesaikan permasalahan Pasar Lakessi khususnya pembagian lods yang tidak merata.Wali Kota Parepare, Taufan Pawe saat ditemui di ruang kerjanya, mengatakan, pihak pemerintah kota masih sementara menunggu perkembangan masalah ini.

"Kita masih menunggu perkembangan masalah ini dan melakukan penelusuran mengenai pungutan uang jaminan satu juta dari setiap pedagang dari total pedagang 1.600 orang," ujarnya.

Taufan mengatakan, terkait uang jaminan lods pedagang yang sementara di kas daerah sebesar Rp 1,6 miliar, uangnya tidak goyang tetapi tidak bisa ditentukan dana tersebut sebagai apa karena tidak jelas aturan penarikan uang jaminannya saat dilakukan pada 2012 lalu.

Terkait proses hukum dari gugatan salah satu pedagang, Sawati Dawali di Pengadilan Negeri Parepare, Taufan Pawe tidak tahu persoalan ini karena pada saat pemungutan uang jaminan dia belum menjabat sebagai wali kota.

"Saya tidak tahu bagaimana prosesnya sampai saat ini. Pedagang menggugat karena merasa ditipu oleh Pemkot Parepare melalui tim verifikasi. Saat itu tim yang dibentuk itu ditugaskan untuk menengahi gejolak yang terjadi antar pedagang bukan meminta uang jaminan kepada calon pedagang," katanya.

Ia menambahkan adanya uang jaminan, pedagang pun merasa tertipu akibat tak mendapatkan los, sedangkan uang mereka sudah berada di tangan tim verifikasi. "Uang mereka yang terkumpul sebanyak Rp1,6 miliar. Total pedagang yang mengumpulkan uang jaminan itu sebanyak 1.600 orang. Tapi nyatanya mereka tak mendapatkan los serta uang mereka belum dikembalikan," jelasnya.

Legislator Demokrat, Tasming Hamid meminta pemerintah kota mengembalikan uang jaminan ke pedagang yang memang tidak mendapatkan lods."Pemkot harus kembalikan uang pedagang bagi yang tidak mendapatkan lods,"ujarnya.**