Nusantara~Batam, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno disela-sela kunjungannya menghadiri peringatan HPN 2015 di Batam, Provinsi Kepri, melakukan silaturrahmi dan berdialog dengan wartawan se Sumatera Barat serta beberapa pengurus PWI, Senin siang (9/2).

Gubernur Irwan Prayitno dalam kesempatan itu menyampaikan dari sekarang perlu kita merancang kegiatan HPN ini suatu tahun depan seminimalnya pada tahun 2017 kita laksanakan di Provinsi Sumatera Barat. Pemerintah pemprov. Sumbar mendukung dan akan memfasilitasi segala kegiatan yang bersifat nasional untuk diselenggarakan di Sumatera Barat.

Kita amat menyadari berbagai kegiatan ini akan berdampak pada perkembangan ekonomi masyarakat di daerah, karena itu kepada semua pihak dapat memahami ini sebagai penghargaan sekaligus mendorong kemajuan masyarakat Sumatera Barat disegala sector pembangunan.

Jika peringatan HPN dilakukan di Sumatera Barat tentunya ini akan menjadi inspirasi yang baik juga bagi kemajuan dan professional bagi perkembangan jurnalis di daerah ini. Kita sepenuhnya menyadari peranan pers dalam kemajuan dinamika mendorong kemajuan pembangunan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat dari dahulu hingga kini, ungkapnya.

Irwan Prayitno dalam kesempatan itu juga menyampaikan keraguannya terhadap hasil survey Happy Death Index, dimana Sumbar berada pada rangking nomor 3 terbawah yang diungkap oleh salah satu media nasional. Dari indicator apa yang dipakai, dimana di berbagai hasil statistic, tingkat kemiskinan, pengangguran dan laju pertumbuhan lebih dari rata-rata nasional.

Kemudian dari dahulu pihak ka Polda menyampaikan bahwa Sumatera Barat merupakan daerah teraman setelah Bali. Dan tingkat kenyaman dan ketenangan hidup di Sumatera Barat cukup baik dimana dinamika berbagai kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Istilah penilaian kebahagia merupakan sebuah penilaian yang relative dan bersifat kualitatif. Jika indicator bahagia itu, dilihat dari situasi kehidupan beragama, tentunya ketenangan dan kenyaman beribadah di Sumatera Barat cukup baik, tidak ada peristiwa yang merusak sendi-sendi kegiatan beragama tersebut, ujarnya.

Ketua PWI Ir. Basril Basyar,MM sekaligus sebagai ketua rombongan juga menyampaikan, usulan untuk menjadikan Sumatera Barat menjadi Tuan Rumah HPN pada tahun 2010, namun karena kondis bencana gempa maka dibatalkan. Menyambut keinginan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali mengusul sebagai tuan rumah penyelenggaraan HPN, kita akan melakukan pendekatan-pendekatan terhadap pengurus pusat.

Namun untuk semua itu, kita berharap semua komponen penyelenggaraan pemerintah provinsi diharapkan menyiap segala sesuatu sebaik mungkin, sehingga hasil kegiatan akan mendapat respond an menjadi yang terbaik sepanjang kegiatan HPN di selenggarakan.

Kita juga tahu, bagaiman kegiatan HPN ini juga akan mampu meningkatkan pelaksanaan pembangunan di Sumatera Barat, seperti pembanguanan infrastruktur dan lain-lain,harapnya. (nal/rel)