SMKN 1 Lubuk Sikaping kembali menunjukkan jati dirinya sebagai sekolah yang peduli dengan lingkungan sekitarnya, sebanyak 43 siswa  - Siswi SMKN 1 Lubuk Sikaping Yatim Piatu mendapatkan Sadaqah dari uang infak yang sudah terkumpul , masing -masing menerima  sebesar Rp.150.000 dan sekitar 10 paket sembako diberikan secara langsung oleh Kepala SMKN 1 Lubuk Sikaping didampingi oleh unsur pimpinan dan guru SMKN 1 lubuk Sikaping, Kamis 06 Mei 2021.

Kegiatan infak dan sadaqah merupakan kegiatan infak harian yang rutin dilaksanakan di SMKN 1 Lubuk Sikaping setiap hari Jum’at 
(sebelum pandemi covid-19), dan pada saat kegiatan pesantren ramadhan tahun 2021 ini rutin dilaksanakan setiap hari dimesjid raya Taqwa Tj. Beringin Lubuk Sikaping tempat pelaksanaan kegiatan pesantren ramadhan , dimana pelaksanaan pesantren ramadhan tahun ini diikuti oleh siswa-siswi kelas X sebanyak lebih kurang 500 orang (dibagi shift setiap hari) dan guru pembimbing sebanyak 88 orang dengan tetap mempedomi protokol kesehatan covid-19.

Dana infak dan sadaqah ini dikumpulkan dari siswa-siswi dan majelis guru setiap harinya dimesjid, kemudian dananya diperuntukkan untuk sumbangan mesjid, pemberian sadaqah kepada siswa yatim, piatu SMKN 1 Lubuk Sikaping dan pemberian sembako kepada fakir miskin yang berada di sekitar lokasi sekolah.

Dalam keterangannya Muslim, M.Pd selaku kepala SMKN 1 Lubuk Sikaping menyatakan bahwa kegiatan pemberian infak dan sadaqah ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan sekolah dan bentuk kepedulian pihak sekolah terhadap siswa-siswi yang sudah yatim ,piatu dan kepada masyarakat sekitar yang perlu mendapat perhatian dan uluran tangan dari kita semua.

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam membangun dan mengembangkan potensi peserta didik. Peserta didik hari ini adalah pemimpin bangsa dimasa yang akan datang, potensi mereka adalah harapan bagi masa depan bangsa.

Dalam dunia pendidikan penanaman kedermawanan sangatlah penting ditanamkan pada setiap jenjang pendidikan terutama pada peserta didik agar kelak menjadi manusia yang memiliki kepekaan sosial.

 “Dan telah diceritakan kepada kita Saiban bin Faruh dan Abu Rabi keduanya telah berkata, adalah diceritakan kepada kita Abdul Warits dari Abi Thayah dari Anas bin Malik, dia berkata: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Muslim).

Jadi, suatu bangsa yang maju dan berhasil itu ditentukan oleh kualitas dan karakteristik bangsa itu sendiri, melalui sistem pendidikan yang mencetak setiap (output) peserta didik selain, pintar secara akademis juga pintar dalam pengaplikasikannya, cerdas secara lahiriyah dan batiniyah. Dan dalam agama Islam telah disebutkan bahwa Rasulullah SAW pembawa risalah agama Islam yaitu, untuk menyempurnakan akhlak manusia serta sebagai Uswatun Khasanah.

Kedermawanan sangat dianjurkan dalam Agama Islam. Alloh SWT berfirman dalam QS. Al Baqoroh: 261 dan Hadits Nabi Muhammad SAW riwayat Muslim. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” 

 Ayat di atas memiliki pengaruh yang besar dalam memotivasi diri seorang hamba terutama menanamkan kepada peserta didik untuk berderma melalui kegiatan infak dan sedekah yang dilakukan disekolah.Karena Allah akan melipat gandakan tanpa batas, dari kasih sayang-Nya dan pemberian rezeki dari-Nya yang tiada habisnya. Rasulullah SAW merupakan cerminan pribadi yang suka memberi kepada siapa pun. (In Psm).