Penulis : Resti Lestari
Mahasiswi Unisba

Akhir-akhir ini, kita dikabarkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, yaitu Muhammad bin Salman melakukan kunjungan ke beberapa wilayah Asia yang akan dilakukan selama satu bulan penuh. (tirto.id 1/3/2019) Raja Salaman akan membawa 1500 delegasi termasuk 25 pangeran dan 10 menteri. Salah satu negara yang akan dikunjungi oleh Raja Salaman adalah China. Menurut Gulf News, kunjungan Raja Salman akan memakan waktu selama empat hari.

Selain kedzaliman derita kaum muslim Uighur yang belum terselesaikan, Putra Mahkota Arab Saudi mendukung pembangunan kamp konsentrasi untuk muslim Uighur.”China memiliki hal untuk melakukan pekerjaan anti-terorisme dan ekstremisme untuk keamanan nasionalnya,” kata Bin Salman, yan telah berada di China menandatangani banyak kesepakatan dagang pada Jum’at (22/02/2019).m.kiblat.net

Hal ini memicu perhatian banyak orang, karena yang kita ketahui bahwa kamp konsenttrasi muslim Uighur itu sebagai tempat yang katanya akan dilakukan suatu program pendidikan ulang. Akan tetapi, pada kenyataannya jutaan kaum muslimin terdzalimi dengan kebijakan penguasa China. Disana mereka merintih kesakitan dari segi fisik maupun batin, mulai dari penyiksaan, di salib, bahkan pembunuhanpun mereka lakukan. Setelah itu, jasad kaum muslimin dibakar yang kemudian dihanyutkan guna tidak diketahui jejaknya. Nasionalisme dan kepentingan nasionalisme telah membutakan mata hati para pemimpin muslim, termasuk Arab Saudi untuk menolong saudara seaqidah malah tunduk dihadapan negara yang menumpahkan darah saudaranya.Bantuan Putra Mahkota, Raja Salman sebagai pemimpin di negara yang notabene Islam itu sangat diharapkan oleh kaum muslim yang terdzalimi, salah satunya kaum muslim Uighur. 

Akan tetapi, Raja Salman malah mendukung kebijakan-kebijakan penguasa China untuk kaum muslim Uighur. Permasalahan kaum muslim Uighur tidak begitu diperhatikan oleh penguasa yang memiliki identitas muslim. Mereka melakukan kerjasama antar negara yang saling menguntungkan antara keduanya, tanpa melirik apa yang umat inginkan dan butuhkan. Ini terjadi karena sistem yang tegak saat ini, yakni Kapitalisme-Sekularisme memisahkan Agama dari kehidupan, melakukan segala cara guna mendapatkan manfaat semata.

Umat membutuhkan Khilafah! Pada hakekatnya, saudara muslim dengan yang lainnya diibaratkan seperti satu tubuh. Apabila satu tubuh merasakan kesakitan, makan anggota tubuh yang lainnya pun akan merasakan dan ikut membantu mengobati rasa sakit itu. Umat Islam sebagai umat terbaik yang senantiasa menyeru pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Dengan demikian, Islam sebagai solusi dari permasalahan penderitaan kaum Muslim di seluruh penjuru dunia. Karena Islam merupakan agama yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril yang didalamnya terdapat aturan kehidupan yang menyeluruh. 

Dengan menerapkan dan melanjutkan kehidupan Islam secara kaffah, umat akan terjaga darah dan kehormatannya, serta terlindungi dari berbagai kedzaliman yang ada.

Wallahu’alam Bi Shawwab.
 
Top