N3, Prabumulih ~ Puluhan Supir Truk melakukan pembongkaran terhadap Pos Pungutan Liar (Pos Pungli) dan/atau tempat nongkrong gerombolan oknum berbaju Preman di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Air Mancur KM 6, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan, Senin (5/3/2018). Disinyalir, pos itu digunakan untuk posko pungutan liar para oknum terhadap truk-truk yang melintas di jalur tersebut.

"Ya, malam tadi di kawasan Air Mancur Km 6 Prabumulih, ada kejadian pembongkaran Pos Pungutan Liar (Pos Pungli), yakni tempat nongkrong segerombolan oknum berbaju preman pelaku pungli, yang dilakukan oleh puluhan supir truk yang kerap melintas di wilayah itu," kata Ketua DPC PPWI Prabumulih, Doni Noviansyah, kepada PPWINews, Senin (5/3/2018) di Prabumulih.

Berdasarkan hasil Konfirmasi DPC PPWI Prabumulih terhadap warga dan supir, mengatakan di kawasan Air Mancur Km 16  seringkali terjadi pungutan liar (pungli) oleh segerombolan oknum berbaju preman, yang mengakibatkan para sopir truck maupun warga setempat menjadi resah.

Tidak terima di-pungli, tadi malam, para sopir truck mengamuk dikarenakan mereka merasa tertekan dengan adanya pungli di wilayah tersebut. "Ada sekitar 50 orang mendatangi lokasi dan menghancurkan pos/tempat tongkrongan para oknum preman yang melakukan pungli," kata Doni.


Sementara itu, warga di sekitar lokasi yang tidak ingin menyebutkan identitasnya kepada DPC PPWI Kota Prabumulih juga mengaku sudah sangat resah.

"Memang iyo nian galak banyak yang mintak i duit para sopir dengan menahan surat-surat kendaraan mereka," jelas Doni seraya meniru ucapan salah satu warga.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua DPC PPWI Prabumulih, Doni meminta kepada Pemerintah Kota Prabumulih, khususnya pihak yang terkait untuk dapat melakukan penertiban terhadap pos atau tempat nongkrong yang kerap dijadikan tempat pungli yang ada di wilayah Kota Prabumulih.

"Kami ingin Kota Prabumulih ini harus bebas dari pungli, dan berharap agar para pelaku pungli dapat ditindak, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari, dan Kota Prabumulih. [Jml/Red]
 
Top