Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nurani Ibu yang Mati Akibat Sistem Demokrasi

Tuesday, June 18, 2024 | June 18, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:43:44Z

 

Oleh Heni Ummufaiz
Ibu Pemerhati Umat

Tak pernah terbersit dalam pikiran bahwa akhir-akhir ini akan mendapatkan pemberitaan tentang ibu kandung yang tega mencabuli anaknya sendiri. Demi sebuah cuan yang yang dijanjikan seseorang di media sosial telah merenggut hati nurani yang seharusnya melindungi bukan justru menyakiti.

Seorang ibu di Tangerang Selatan, Banten berinisial R (22) yang tega melecehkan anak kandungnya sendiri yang berusia 4 tahun. Bahkan kejadian serupa di Bekasi, Jawa Barat tega mencabuli putra kandungnya yang masih berusia 10 tahun (media online detikNews, 09/06/2024).

Peristiwa di atas sungguh di luar dugaan seorang ibu yang seharusnya memberikan kasih sayang dengan sepenuh hati justru sebaliknya. Pendidikan yang minim ditambah keimanan yang lemah berakibat hati nurani kian mati. Ini pula menjadi sebuah bukti bahwa para ibu muda yang menikah tanpa bekal akidah yang kokoh akan mudah roboh saat hantaman ekonomi menerpa. Belum lagi didukung oleh aturan yang memisahkan aturan agama dari kehidupan menjadi gunung es kehancuran para pencetak generasi. Ini semua buah dari sistem pendidikan yang telah gagal mencetak individu yang memiliki kepribadian Islam dan yang mampu mengemban amanah jadi ibu.

Hampir sebagian besar kasus pelecehan seksual terhadap mereka para ibu yang sebenarnya belum siap untuk berumah tangga semisal karena kasus married by accident. Terlebih si Ayah yang belum siap bertanggung jawab untuk mencari nafkah karena tidak memiliki keterampilan yang mumpuni, atau bisa pula karena faktor single parent dan sulitnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Saat ini hampir di semua lini kehidupan terpuruk dan ekonomi makin sulit. Mulai dari harga beras yang kian mencekik, biaya pendidikan makin melangit, belum rasa aman dalam hidup terasa sempit karena angka kriminalitas kian meningkat. Ini menjadi beban hidup para keluarga khusus ibu. Iman yang rapuh membuat ibu mudah terenyuh dengan iming-iming rupiah yang belum tentu digenggaman.

Di sisi lain peran negara abai terhadap kondisi rakyatnya. Para keluarga termasuk di dalamnya sosok ibu saat ini dibiarkan berjuang sendirian dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Negara yang bercita-cita melahirkan generasi emas pada tahun 2045 rasanya sulit terwujud jika sedari sekarang para ibunya sebagai pencetak generasi sudah rusak.

Pola hidup konsumtif dan hedonis yang menerpa para ibu saat ini sangat mudah kehilangan fitrah. Standar kebahagiaan atas banyaknya materi berakibat segala sesuatu diukur dengan rupiah melimpah. Melihat kondisi seperti ini seharusnya negara bergerak cepat berbenah jika menginginkan generasi ini maju. Membenahi setiap lini kehidupan agar fitrah ibu terselamatkan. Namun, sepertinya hal tersebut sulit terwujud karena negara saat ini masih menerapkan sistem demokrasi yang berorientasi materi. Lantas jika demikian sistem yang mampu menyelesaikan masalah ini adalah Islam kaffah.

Islam merupakan pilihan agar hati nurani ibu tak ternodai. Iming-iming harta tidak akan membuat gelap mata. Hal ini karena sistem Islam memberikan jaminan kebutuhan hidup para keluarga. Pendidikan yang berasas akidah Islam di setiap keluarga muslim menghantarkan generasi yang unggulan. Bukan itu pula para ibu dididik dan dibina agar cerdas serta memiliki ketakwaan yang tangguh. Hal ini bisa kita baca dari berbagai literasi Islam tentang tangguhnya para ibu dalam mendidik generasi. Sebagai contoh ibunda Imam Syafi’i yang seorang diri membesarkan buah hatinya hingga menjadi imam Mazhab yang dijadikan bahan rujukan fikih umat sedunia. Masih banyak lagi contoh-contoh teladan hasil didikan para ibu dambaan umat di sistem Islam.

Bukan hanya sebatas itu saja sistem Islam sangat memperhatikan para pencari nafkah. Karena biasanya faktor ekonomi yang sulit biasanya pemicu hati nurani mati. Oleh karenanya sistem Islam sangat peduli membuka lapangan pekerjaan dengan upah yang layak. Sedangkan bagi mereka yang single parent akan diberikan santunan jika saudaranya tidak sanggup membiayainya.

Itulah sistem yang mampu mengatasi masalah umat. Memperhatikan setiap kebutuhan warganya dengan sepenuh hati. Yakinlah bahwa sistem Islam pembawa rahmat bagi umat-Nya. Tak boleh sedikitpun ada keraguan.

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

Kami telah menurunkan kepada kamu al-Kitab (al-Quran) sebagai penjelasan atas segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi kaum Muslim (QS an-Nahl [16]: 89).

Wallahualam bissawab.

×
Berita Terbaru Update