Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Peralihan Musim

Thursday, October 29, 2026 | October 29, 2026 WIB Last Updated 2026-10-29T11:40:30Z


Nusantaranews.net, Lima Puluh Kota — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Masa transisi ini dinilai rentan karena kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat, sulit diprediksi, serta berpotensi memicu hujan berintensitas tinggi, angin kencang, petir, hingga peningkatan debit aliran sungai.   

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Zaimar Hakim, S.H., melalui infografis resmi lembaga, mengingatkan bahwa kondisi geografis daerah yang terdiri dari perbukitan, lereng, lembah, pemukiman, dan aliran sungai memiliki risiko tinggi terhadap bencana. Potensi ancaman yang perlu diwaspadai meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan infrastruktur.   

Peningkatan kesiapsiagaan ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan kesadaran masyarakat, mengurangi risiko korban jiwa, kerugian harta benda, serta kerusakan lingkungan. Masyarakat juga didorong mengenali ancaman di lingkungan masing-masing serta memperkuat koordinasi antara BPBD, pemerintah nagari, relawan, dan unsur terkait.      

Masyarakat diimbau memeriksa atap, saluran air, drainase, dan dinding penahan tanah; membersihkan selokan serta menghindari penebangan pohon sembarangan; mengenali jalur evakuasi dan lokasi aman; serta mengamankan dokumen penting beserta barang berharga.   

Warga disarankan menyiapkan tas siaga yang berisi air minum, makanan tahan lama, pakaian, obat-obatan, P3K, senter, baterai, peluit, dokumen penting dalam wadah kedap air, masker, serta kebutuhan khusus.   

Kesiapsiagaan Keluarga: Penting untuk menentukan titik kumpul dan jalur evakuasi, menyepakati cara menghubungi anggota keluarga, serta memperhatikan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.   


Di tingkat nagari, ditekankan pentingnya identifikasi wilayah rawan, mengaktifkan kelompok siaga bencana, memantau informasi cuaca, menyiapkan jalur evakuasi, dan melaporkan potensi bahaya kepada pihak berwenang.   

Masyarakat juga diminta waspada terhadap tanda-tanda alam menjelang bencana, seperti hujan deras yang berlangsung lama, air sungai yang naik cepat, keruh, atau membawa material, retakan pada tanah atau lereng, rembesan air baru, suara gemuruh dari perbukitan, hingga peringatan dini cuaca ekstrim.   

Dalam arahannya, BPBD menegaskan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air, mengenali wilayah rawan, membangun komunikasi dan gotong royong, serta segera melaporkan potensi bahaya. 

Mengingat masa peralihan musim ini, masyarakat diimbau untuk selalu siaga sebelum bencana, selamat saat bencana, dengan mematuhi informasi cuaca serta melakukan evakuasi lebih awal jika diperlukan. (R.Sitepu)
×
Berita Terbaru Update