Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ingatlah, Anak-anak Gaza Kelak Akan Menuntut Kita Oleh Rizki Ika Sahana (Aktivis Muslimah)

Wednesday, April 09, 2025 | April 09, 2025 WIB Last Updated 2025-04-08T23:30:35Z


Oleh Rizki Ika Sahana (Aktivis Muslimah)

Dunia sedang menyaksikan tragedi kemanusiaan terbesar abad ini. Mirisnya, anak-anak tak berdosa, bahkan bayi-bayi mungil yang tak mengerti apa-apa menjadi korbannya. 

PBB menyebutkan, sedikitnya 100 anak terbunuh atau terluka setiap hari di Gaza sejak serangan kembali pada 18 Maret lalu (erakini.id, 05-04-2025). Itu belum termasuk anak-anak yang ditahan, yang mengalami penyiksaan, kelaparan, pengabaian medis, dan perampasan sistematis setiap hari. Angka itu pun belum mencatat puluhan ribu anak yang telah kehilangan orang tua. Menurut Biro Statistik Palestina, Jalur Gaza kini menghadapi krisis yatim terbesar dalam sejarah modern (liputan6.com, 06-04-2025).

Ironisnya, di tengah kekejian yang begitu dahsyat, aturan internasional dan perangkat hukum soal perlindungan dan pemenuhan hak anak mandul. Narasi tentang HAM yang digembar-gemborkan tiada henti, nyatanya omong kosong belaka. Tak ada yang mampu menghentikan apalagi mencegah kejahatan terhadap anak-anak Palestina. Tak ada yang bisa mengakhiri penderitaan anak-anak Palestina.

Semua ini semestinya menyadarkan umat bahwa tidak ada yang bisa mereka harapkan dari lembaga-lembaga internasional beserta semua aturan, kebijakan, resolusi, maupun kesepakatan yang dilahirkannya. Masa depan Gaza dan Palestina ada pada tangan mereka sendiri (umat ini), yakni pada kepemimpinan politik Islam atau Khilafah yang semestinya sungguh-sungguh  mereka perjuangkan dengan ketangguhan.

Khilafah yang berfungsi sebagai rain (pengurus) dan junnah (benteng), tidak akan pernah membiarkan kezaliman menimpa rakyatnya, siapapun itu. Bahkan Khilafah terbukti selama belasan abad berhasil menjadi pelindung yang memberi rasa aman sekaligus support system terbaik bagi tumbuh kembang anak sehingga mereka mampu menjadi generasi cemerlang pembangun peradaban emas dari masa ke masa.

Dunia Barat bahkan mengakui sejarah ketinggian peradaban Islam ini. Ketika mereka masih terjebak dalam zaman kegelapan, ilmu pengetahuan dibekukan oleh dogma dan kebodohan, cahaya terang memancar datang dari negeri-negeri Islam—Baghdad, Cordoba, Kairo, hingga Samarkand. 

Setiap muslim wajib terlibat dalam memperjuangkan kembalinya Khilafah. Sebab mereka punya tanggung jawab yang sama terhadap pembebasan tanah Palestina dan penghentian genosida terhadap rakyatnya. Ini adalah jalan agar mereka punya hujjah di hadapan Allah kelak, bahwa mereka tidak diam berpangku tangan menyaksikan anak-anak Gaza dan orang tua mereka dibantai habis oleh zionis dan sekutu-sekutunya.

Sungguh, persoalan anak-anak Gaza akan selesai ketika persoalan Palestina juga terselesaikan secara tuntas hingga ke akarnya, yakni terusirnya entitas zionis dari Palestina selamanya. Solusi tuntas itu hanya dapat terwujud dengan jihad dan Khilafah. 

Wallahu a'lam bisshawaab.

×
Berita Terbaru Update