M. Ibrahim
Di era sekarang, mulai terhendus aroma masyarakat Indonesia khususnya kaum muda untuk mengkesampingkan nilai-nilai ajaran agama, terbukti dari maraknya perilaku yang tidak sesuai dengan norma agama. Perilaku tersebut dapat kita lihat dari maraknya praktik "one night stand" dan pesta seks semakin umum di kalangan generasi muda. Perilaku ini sering terjadi di kalangan dewasa awal yang walaupun mereka memiliki pengetahuan tentang seks, dengan alasan cinta sehingga terjebak dalam bingkisan seksual pranikah tanpa memperdulikan konsekuensi.
Perilaku seks bebas tidak memandang status baik sebelum maupun sesudah menikah, termasuk dalam bentuk open marriage dan swinging, yang memiliki risiko psikologis dan fisik secara signifikan. Gangguan trauma, relasi, dan beberapa bentuk penyakit menular seksual merupakan beberapa dampak negatif yang berpotensi muncul disebabkan aktivitas ini.
Religiusitas dan Spiritualitas memegang kendali sangat besar dalam mencegah perilaku seks bebas. Mereka yang memiliki nilai-nilai agama yang kuat dan spiritualitas yang tinggi lebih mungkin menahan diri dari perilaku tersebut. Religiusitas merupakan bentuk pengikatan kembali nilai-nilai keilahian yang bersifat spiritual. Religiusitas bukanlah spiritualitas, namun merupakan penyebab dari akibat spiritualitas. Mereka yang memiliki spiritualitas kuat cenderung memprioritaskan atas kesucian tubuh dan menghindari perilaku yang dianggap merusak. Dengan keyakinan seperti ini dapat memotivasi seseorang untuk memilih hubungan yang lebih bermakna dan aman, juga menangkal perilaku seksual yang berisiko.
Mereka yang memiliki religiusitas dan spiritualitas tinggi cenderung menghindari perilaku seks bebas, karena mereka memiliki pandangan yang lebih konservatif. Ajaran agama menekankan pentingnya hubungan seksual yang bertanggung jawab. Spiritualitas yang tinggi juga memberikan dukungan emosional bagi mereka untuk menahan diri dari perilaku seksual yang berisiko. Namun, mereka dengan religiusitas dan spiritualitas yang rendah lebih rentan terhadap perilaku implusif dan tekanan sosial yang dapat mendorong mereka untuk terlibat dalam perilaku seks bebas tanpa
mempertimbakan risikonya, dengan meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai agama dan nilai-nilai spiritual dapat mencegah terjadinya perilaku seks bebas.
Dengan demikian penulis mencoba menarik kesimpulan, religiusitas dan spiritualitas yang tinggi berperan penting dalam menangkal perilaku seksual berisiko, meraka yang taat dalam agama berusaha menghindari dari aktivitas seks bebas, sebaliknya bagi mereka yang memiliki religiusitas dan spiritualitas rendah lebih rentan terhadap perilaku seks bebas.
Referensi
Denny Najoan, Memahami Hubungan Religiusitas dan Spiritualitas di Era Milenial, 2020, Educatio Chisti
Wardoyo, Iin Aini Isnawati, dan Suhari, Hubungan Religiusitas dan Spiritualitas dengan Perilaku Seks Bebas pada Pasien Gonore di Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, 2025, Jurnal Keperawatan
