Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pelecehan Seksual di Lembaga Pendidikan, Potret Rusaknya Sistem

Sunday, March 23, 2025 | March 23, 2025 WIB Last Updated 2025-03-23T13:25:26Z
Pelecehan Seksual di Lembaga Pendidikan, Potret Rusaknya Sistem

Oleh: Ernita Setyorini S.Pd

 (pendidik generasi) 


Public kembali dikejutkan dengan kasus pelecehan seksual yang terjadi diberbagai lingkungan sekitar. Permasalahan ini semakin menambah daftar kasus pelecehan seksual di negeri ini apalagi sekarang terjadi di lingkungan pendidikan. Maraknya pelecehan seksual sangat memilukan terlebih  terungkapnya  pelaku oleh guru di sekolah.


Seorang guru PJOK di sebuah sekolah dasar di Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, NTT, tega melakukan perbuatan keji mencabuli delapan pelajar yang menjadi anak didiknya. Aksi bejat guru olahraga ini diketahui telah berlangsung sejak korban berada di kelas 1 SD. Korban berjumlah delapan dengan usia 8-13 tahun. “Pelaku KK yang adalah guru PJOK memanggil murid korban pada saat jam pelajaran PJOK. Pelaku kemudian memangku atau mendudukan korban dan kemudian melakukan tindakan pencabulan tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Djafar Alkatiri, kepada Kontributor Tirto, Rabu (5/2/2025). (Tirto.id, 13/3/2025)


Pada hakikatnya guru seorang teladan yang berada di lingkungan sekolah baik dari segi perkataan maupun dalam bertindak.  Sehingga guru harus mendidik anak-anak agar mempunyai akhlak  mulia yang tidak hanya mempunyai kewajiban untuk mengajarkan ilmu pengetahuan saja. Dimana guru yang seharusnya menjadi contoh yang baik namun justru melakukan pelecehan seksual kepada peserta didiknya


Kuasa hukum SMK Kalideres, Dennis Wibowo, menyebut ada 40 siswi yang mengaku mengalami dugaan pelecehan oleh oknum guru berinisial O di sekolah tersebut. Dennis mengatakan ara siswi itu mengaku dilecehkan dengan cara memegang pundak, salaman yang lama, dan mengelus pinggul. "Kronologi pada pernyataan para siswi, itu kayak semacam memegang pundak, lalu kemudian kayak salaman, terus kadang-kadang, pinggulnya kayak dielus gitu. Memang itu perbuatannya tidak terpuji, saya pun juga tidak sepakat," ujar Dennis saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (7/3/2025). (Kompas.com, 13/3/2025)


Mirisnya pelecehan seksual di lingkungan pendidikan yang masih saja terjadi apalagi pelaku dari pelecehan tersebut yaitu seorang guru. Apalagi posisi sebagai guru ditengah-tengah masyarakat dipandang sebagai orang yang berilmu yang patut dijadikan sebagi suri tauladan. Namun faktanya para pelaku dari pelecehan seksual ini justru orang-orang yang seharusnya menjadi jujungan dan pelindung bagi murid-muridnya. 


Terjadinya permasalahan ini membuktikan bahwa persoalan sistemis yang bukan sekadar kesalahan pada oknum semata. Hal ini tidak lepas akibat dari penerapan sistem hari ini yaitu sistem demokrasi sekuler yang mengabaikan peran agama dalam kehidupan. Dimana agama dipisahkan dari kehidupan negara dan public yang berdampak pada pendidikan yang lebih cenderung menekankan kebebasan individu dan hak asasi manusia.


Penerapan sistem ini telah mencetak kepribadian masyarakat untuk mengabaikan perkara halal-haram untuk memperoleh sesuatu. Ditambah dengan perilaku masyarakat dalam melakukan segala aktivitasnya lebih mengedepankan hawa nafsu. Sehingga kepribadian mulia tidak bisa ada di karakter peserta didik terlebih sekarang adanya  tontonan media yang liberal (bebas), tidak terkontrolnya  lingkungan pergaulan dan sistem pendidikan sekuler yang 


Diterapkannya sistem demokrasi sekuler mengakibatkan pelecehan seksual di lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi pengingat bagi masyarakat. Bahkan dari berbagai aturan yang telah dibuat tidak dapat diharapkan akan memberikan solusi mengenai permasalahan pelecehan seksual dimana pun, kapan pun termasuk dilembaga pendidikan. Sistem ini mengarah terhadap pembentukan kepribadian yang tidak layak untuk dicontoh. 


Berbeda dengan sistem Islam yang mempunyai tata cara untuk mencegah dan memberikan solusi tentang pelecehan seksual termasuk di lembaga pendidikan. Dimana adanya bertakwanya setiap individu, masyarakat sebagai pengontrol dan negara menerapkan sistem Islam. Inilah menjadi langkah yang konkret  untuk mengatasi pelecehan seksual yang hari ini tiada akhirnya.


Sementara itu,  pencegahan pelecehan seksual di Islam memiliki sistem yang baku yang berasal dari  Al-Quran dan As-Sunnah. Dimana Islam akan tidak memberikan peluang sedikit pun terhadap kerusakan yang bisa menjadi masuknya pelecehan seksual di seluruh aspek kehidupan. Antara lain penerapan didalam Islam yaitu  sistem pendidikan Islam, sistem pergaulan dalam Islam, sistem sanksi yang tegas, dan media yang Islami akan menutup segala celah pelecehan seksual.


Pertama, sistem pendidikan Islam melahirkan peserta didik maupun pendidiknya mempunyai kepribadian Islam. Dimana setiap orang akan selalu berfikir dan berperilaku sesuai dengan tolak ukur Islam. Sehingga semua orang tidak akan melakukan bermasiat karena sudah mengetahui pertanggung jawabannya di hari nanti kelak.


Kedua,  sistem pergaulan yang memiliki aturan dalam perkara interaksi antara laki-laki dengan perempuan di ranah sosial dan privat. Adapun batasan interaksi dalam syariat kecuali dalam beberapa kegitan yang memang membutuhkan interaksi tersebut seperti pendidikan (sekolah), ekonomi (perdagangan, pasar), kesehatan (rumah sakit, klinik) dan lain-lain. Islam memerintahkan untuk menutup aurat atau segala sesuatu yang dapat merangsang sensualitas karena umumnya kejahatan ditimbulkan oleh rangsangan berasal dari luar. 


 Ketiga,  sistem sanksi yang tegas diberikan kepada pelaku pelecehan seksual seperti sanksi bagi pelaku perkosaan berupa had zina. Jika pelaku pelecehan seksual sudah menikah (muhshan) akan memeproleh rajam hingga mati. Apabila pelunya belum menikah (gairu muhshan) akan jilid sebanyak 100 kali serta diasingkan selama setahun. 


Keempat,  membuat media Islami yang dapat menjaga masyarakat dari berbagai konten (pemikiran) yang menyebabkan kerusakan. Selain itu, media akan digunakan sebagai alat mengedukasi umat yang berkaitan dengan syariat Islam. Dengan demikian hanya sistem Islam yang dapat memberikan solusi yang tuntas terhadap persoalan umat termasuk pelecehan seksual.


Wallahualam bissawab

×
Berita Terbaru Update