Ilusi Sinergi Berantas Korupsi, Untuk Indonesia Maju




Oleh. Aurora Ridha 

(Aktivis Muslimah Kalsel)


Kata korupsi bukanlah hal yang asing lagi. Karena kasusnya sering terjadi di negeri tercinta kita ini. Menimpa para pejabat atau petinggi di negeri ini. Maraknya kasus korupsi memberikan alarm bagi negara untuk melakukan tindakan yang tegas kepada para pelaku agar korupsi bisa terminimalisir dan bahkan tidak terjadi lagi.


Korupsi merupakan virus mematikan yang menggerogoti sendi negara demokrasi. Pemberantasan korupsi harusnya tidak tebang pilih, dengan demikian menjadi kunci agar virus korupsi tidak mengakar lagi. Di negeri kita ini, tugas mencegah dan menangani praktik tersebut, salah satunya diemban Kombisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Tirto., 15/12/23)


Tanggal 9 Desember merupakan tanggal yang  selalu diperingati sebagai Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia). Korupsi berasal dari kata corruption atau corruptus yang memiliki arti beragam salah satunya adalah tindakan merusak atau menghancurkan, dan secara singkat korupsi adalah tindakan kriminal yang memiliki banyak sekali dampak negatif. (rri, 15/12/23)


Lantas dengan adanya Hari Anti Korupsi Sedunia 2023 dengan tema “Sinergi Berantas Korupsi, Untuk Indonesia Maju” ini benar-benar bisa memberantas korupsi di negeri ini atau hanya sebuah ilusi semata?


Demokrasi Kapitalisme Penyebab Korupsi 


Maraknya korupsi yang terjadi saat ini tidak hanya menandakan integritas pemimpin yang rendah akan tetapi juga karena sistem yang diterapkan saat ini. Praktik demokrasi di negeri kita sangatlah mahal, itu semua karena adanya permainan oligarki di dalamnya. 

Seperti yang kita ketahui agar seseorang bisa menduduki sebuah jabatan perlu dan wajib untuk mengeluarkan dana jor-joran sehingga ketika telah menduduki jabatan yang menjadi impiannya, yang menjadi tujuan utama adalah bagaimana agar dana yang dikeluarkan semasa kampanye bisa kembali secepatnya. Ini adalah penyebab kasus korupsi saat ini merajalela. 


Belum lagi sistem saat ini yang melakukan sesuatu berdasarkan materi, sehingga seorang pejabat hanya akan memikirkan bagaimana cara mendapatkan materi dalam jabatannya, dengan demikian akan semakin sangat sulit untuk memberantas tindakan korupsi saat ini.


Pemberantasan Korupsi Hanya Ada  Dalam Islam


Sejatinya pemberantasan korupsi hanya akan bisa diatasi jika sistem pemerintahan dibangun berdasarkan akidah Islam. Karena dengan demikian, seseorang akan melakukan sesuatu berdasarkan standar halal haram sesuai dengan ketentuan  syariat Islam. Karena Ketika seseorang telah melakukan sesuatu berdasarkan akidah Islam, yang menjadi patokannya adalah melakukan sesuatu semata-mata hanya untuk mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya bukan malah untuk mendapatkan materi sebanyak-banyaknya.


Di dalam Islam, kehidupan dunia hanyalah sementara sedangkan akhirat adalah selama-lamanya. Dengan demikian setiap melakukan sesuatu akan muncul adanya kesadaran hubungan kepada Sang Pencipta bahwa  apapun yang dilakukan selama di dunia ini akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.


Korupsi memang sangat rawan terjadi dalam pemerintahan, namun agar potensi korupsi tidak terjadi, 

Islam memiliki beberapa mekanisme praktis. Pertama, pemilihan pejabat yang amanah, professional, mampu, dan syakhsiyah Islam dimana mereka memiliki pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan Islam. 


Kedua, adanya pembinaan, pengarahan, nasihat, dan kontrol dari atasan ke bawahannya.

Dengan demikian amanah bisa terkontrol sehingga bisa berjalan sebagaimana mestinya. 


Ketiga, negara wajib memberikan gaji dan fasilitas yang layak kepada pegawainya. Dengan demikian tindak kecurangan atau yang disebut korupsi akan terminimalisir dan bahkan tidak terjadi karena semua kebutuhan telah terpenuhi dari gaji dan fasilitas yang diberikan oleh negara. Keempat, Islam melarang untuk memberikan hadiah atau suap kepada pejabat.


Jika semua mekanisme di atas telah dilakukan namun juga masih terjadi tindakan korupsi maka akan diberlakukan system sanksi Islam yakni uqubat bagi para pelaku karena korupsi merupakan tindakan khianat. Bagi para pelaku korupsi akan menerima sanksi ta’zir yang Dimana besar atau kecil hukumannya akan ditentukan oleh hakim berdasarkan tingkat kemaksiatan yang dilakukan oleh koruptor.


Namun ini semua hanya akan kita temukan dalam sistem Islam yang menerapkan semua hukum syariat Islam.

Wallahu a’lam bishawab.

Post a Comment

Previous Post Next Post