(Muslimah Peduli Umat)
Masalah di negeri kita ini, setiap hari dirasa makin menumpuk.Satu masalah belum terselesaikan, muncul lagi masalah demi masalah yang terus bergulir. Seperti kasus kemiskinan, Kasus kematian 6 orang di Baduy,kasus kekerasan pada anak, kasus gizi buruk dan masih banyak kasus-kasus lainnya . Berikut salah satu contoh masalah dari banyaknya masalah di negeri kita ini.
Dilansir dari KOMPAS.com - Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Ekologi Manusia IPB, Prof. Drajat Martianto mengatakan,meskipun kondisi ketahanan pangan Indonesia masih tergolong baik,akan tetapi terjadi penurunan dalam ketahanan pangan nasional.
Beliau menyebut,posisi Indonesia di Global Food Security Index mengalami penurunan pasca pandemi Covid-19.
"Indonesia saat ini menghadapi triple burden of malnutrition, 3 masalah gizi sekaligus, yaitu gizi kurang (stunting dan wasting), obesitas dan kurang gizi mikro (KGM) atau disebut sebagai kelaparan tersembunyi (the hidden hunger),"Tutur beliau dalam keteragannya, Minggu (18/9/2022).
Menurut beliau, tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini, bukan lagi kurang energi dan protein, tetapi kelaparan tersembunyi (hidden hunger).
Yaitu, berupa defisiensi zat gizi mikro, khususnya defisiensi zat besi, yodium, asam folat, seng, vitamin A, dan zat gizi mikro lainnya.
Dia menjelaskan, penelitian menunjukkan hanya 1 persen rakyat Indonesia yang tidak mampu mengakses pangan makro (yang mengandung karbohidrat).
Yang menjadi masalah adalah hampir 50 persen penduduk Indonesia yang kekurangan sayuran, buah-buahan, pangan hewani dan kacang-kacangan.
"Kualitas konsumsi pangan kita belum baik. Penelitian menunjukkan 1 dari 2 penduduk Indonesia tidak mampu membeli pangan hewani, buah, dan sayuran. Mereka mengalami kelaparan tersembunyi," jelas beliau.
Disebut kelaparan tersembunyi, karena seringkali tanda-tandanya tidak nampak, tapi sesungguhnya dampaknya sangat besar.
"Zat gizi mikro telah terbukti sebagai unsur gizi penting untuk peningkatan produktivitas kerja, kecerdasan, dan imunitas," ungkap dia.
Jika saja problem ini diserahkan kepada masyarakat, tentu tidak akan pernah selesai. Karena masyarakat hanya mampu menolong sebatas kemampuan nya saja.Kalaupun ada orang-orang yang kemudian menolong mereka, sampai kapan kita akan mengandalkannya?karena setiap orang memiliki keterbatasan dalam memberikan bantuan. Sedangkan masalah terus bertambah hingga tidak ada habisnya.
Rakyat merupakan tanggung jawab negara. Para pemimpin dipilih untuk mengurusi keperluan rakyat, bukan memenuhi kebutuhan perutnya sendiri.
Apalagi,mayoritas penduduk kita adalah muslim,tidak terkecuali para pejabatnya. Seharusnya mereka memahami tentang tanggung jawab seorang muslim jika diberi amanah kekuasaan.
Jangan sampai amanah mengurusi rakyat justru terbengkalai.
Dalam kitab Ash-Shahihain, Rasulullah bersabda, “Tanda-tanda munafik ada tiga, jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari, dan jika diberi amanat ia khianat.”(HR Bukhari No. 33 dan Muslim No. 59).
Allah Swt. sendiri memberikan peringatan bagi orang munafik,
اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ
“Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS An-Nisa: 145)
Begitulah jika kita tidak mau di atur dengan aturan dari Allah,maka akan ada banyak sekali masalah demi masalah yang mewarnai negeri ini.
Sangat berbeda sekali taatkala aturan Islam masih di terapkan di tengah-tengah kaum muslim.
Salah satu contoh tatkala sistem islam masih diterapkan pada masa khalifah Umar bin Khatab.
Dikutip dari buku 'Umar Ibn Al-Khattab His Life and Times Vol. 1, kekeringan dan kelaparan parah sempat terjadi pada tahun ke 18 setelah hijrah. Tahun ini disebut Ar-Ramadah karena angin menerbangkan debu seperti abu atau Ar-Ramad. Bencana ini mengakibatkan kematian hingga hewan-hewan ikut merasakan dampaknya.
Umar yang merasa bertanggung jawab melakukan berbagai usaha untuk membantu rakyatnya, termasuk mendistribusikan makanan dari Dar Ad-Daqeeq. Makanan dari institusi yang menangani kebutuhan logistik masyarakat tersebut, Umar bagikan sendiri untuk masyarakat yang membutuhkan. Umar bin Khattab juga berdoa memohon pengampunan dan rizki dari Allah SWT, hingga akhirnya turun hujan dan mengakhiri bencana tersebut.
Kurang lebih selama 13 abad, Islam telah memberikan contoh sikap penguasa muslim dalam mengurusi masyarakat. Bukan dengan mengambil aturan dari bangsa lain,yaitu aturan yang bertentangan dengan Islam. Tetapi seharusnya kaum muslimin mengambil Islam sebagai landasan untuk aturan hidupnya. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita sebagai kaum muslim meninggalkan aturan yang dzolim ini, diganti dengan aturan yang benar dari Sang pencipta kita yaitu Allah Swt . Wallahualam.
