Ibu Rumah Tangga
Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram yang telah Allah tetapkan dalam Q.s at-Taubah: 36. Pada bulan Rajab banyak terjadi peristiwa penting, salah satunya adalah Isra Mi’raj pada tahun 10 kenabian yang Allah abadikan dalam Q.s al-Isra: 1.
Rangkaian peristiwa Isra mi'raj jauh dari jangkauan akal manusia. Karena itu, peristiwa ini menjadi ujian keimanan bagi kaum Muslimin, sebagian orang berbalik murtad karenanya. Keadaan ini dimanfaatkan kaum musyrik Quraisy untuk menghasut kaum Muslim yang masih bertahan dengan keimanannya. Namun, ketika orang musrik Quraisy sibuk memprovokasi, Abu Bakar ra malah mempertanyakan sikap mereka yang mengingkari kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Abu Bakar ra juga membenarkan segala yang Rasulullah Saw sampaikan.Sikap Abu Bakar ra menunjukan pribadi Mukmin yang teguh imannya ditengah arus opini yang hendak merusak keyakinan umat Islam.
Peristiwa Isra Mi'raj ini terjadi setahun sebelum proklamasi Daulah Islam di Madinah al-Munawarah. Peristiwa ini memudahkan Rasulullah Saw. untuk memilih siapa aja yang pantas menjadi penopang berdirinya Daulah Islam.
Pada peristiwa Isra Mi' raj, Rasullullah singgah di dua masjid, yakni Masjid al-Haram di Makkah dan Masjid al-Aqsha di Palestina, sebelum ke langit menghadap Allah SWT. Makkah tempat Ka’bah berada merupakan tanah suci. Palestina tempat Baitul Maqdis berada merupakan bagian dari negeri Syam yang Allah SWT berkahi. Allah SWT berfirman:
Dan Kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Lut ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam (QS al-Anbiya’: 71).
Menurut Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya, yang dimaksud dengan negeri di sini ialah Syam (termasuk di dalamnya Palestina, red.) (Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, 5/353).
Allah SWT memberkahi Syam karena kebanyakan nabi dilahirkan di negeri ini. Tanahnya pun subur. Ibnu Abbas ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Para nabi tinggal di Syam. Tidak ada sejengkal pun kota Baitul Maqdis kecuali seorang nabi atau malaikat pernah berdoa atau berdiri di sana.” (HR at-Tirmidzi).
Dalam pandangan Islam, Tanah Palestina (Syam) adalah tanah milik kaum Muslim. Di tanah ini berdiri al-Quds, yang merupakan lambang kebesaran umat ini. Karena itu, ketika faktanya hari ini bumi Palestina berada dalam pendudukan kaum zionis selama berpuluh tahun sejak Khilafah Turki Usmani dibubarkan oleh Mustafa Kemal Ataturk dengan dukungan Inggris, maka perlu upaya kita untuk membebaskannya kembali. Hal itu tidak mungkin kecuali dengan mengembalikan penjaga dan pelindungnya yang sejati, yakni Khilafah Islamiyah.
