Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang pada Kamis, 17 September 2026.
Berdasarkan pantauan BMKG pada Senin (14/12/2026), hingga Dasarian I September 2026, sekitar 81 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Sebanyak 1.637 titik mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) ekstrem, yakni lebih dari 60 hari, terutama di Indonesia bagian selatan. Kondisi kering ini diperkuat El Nino kategori sangat kuat dengan anomali suhu muka laut Niño 3.4 mencapai +2,76 derajat Celsius.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan juga memicu meluasnya kabut asap. Kondisi kering juga membuat suhu udara meningkat. Suhu maksimum di atas 36 derajat Celsius tercatat di sejumlah wilayah, seperti Lampung, Aceh, Banten, Kalimantan, serta Sulawesi.
Selain itu, angin kencang terjadi di sejumlah daerah akibat penguatan monsun Australia. Kerusakan bangunan, pohon tumbang, dan gangguan transportasi dilaporkan di Cimahi, Jawa Barat, serta Situbondo dan Mojokerto, Jawa Timur.
Meski kemarau mendominasi, hujan sedang hingga lebat masih terjadi secara lokal yang dipengaruhi aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin serta adanya pertemuan dan belokan angin di sejumlah wilayah Indonesia yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Wilayah hujan 17 September 2026 Dirangkum dari rilis resmi BMKG, berikut wilayah berpotensi hujan lebat hingga angin kencang pada Kamis, 17 September 2026.
1. Wilayah berpotensi hujan intensitas sedang hingga lebat:
*Aceh
*Sumatera Utara
*Sumatera Barat
*Kalimantan Barat
*Kalimantan Tengah
*Kalimantan Timur
*Kalimantan Utara
*Sulawesi Selatan
*Papua Pegunungan
*Papua.
2. Wilayah berpotensi angin kencang:
*Banten
*Jawa Barat
*Jawa Timur
*Maluku
*Maluku Utara
*Nusa Tenggara Timur
*Sulawesi Selatan
*Sulawesi Utara
*Papua Barat Daya
*Papua Selatan.
Imbauan BMKG Masyarakat diimbau mewaspadai cuaca panas, udara kering, dan angin kencang dengan menggunakan tabir surya, mencukupi kebutuhan cairan, serta mengantisipasi pohon atau dahan tumbang dan baliho roboh.
Seiring kondisi kering, masyarakat dan pemerintah daerah perlu menghemat air serta mewaspadai kekeringan dan karhutla. Masyarakat diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan sembarangan, terutama di kawasan rawan terbakar, dan segera melaporkan jika menemukan titik api. Meski kemarau masih dominan, hujan ringan hingga sedang disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi secara lokal. Masyarakat perlu mewaspadai potensi genangan, longsor, dan sambaran petir.
Allah SWT berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya. Mudah-mudahan kamu bersyukur,”
(TQS. Ar-Rum ayat 46).
Allah SWT berfirman:
“Dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan,”
(TQS. Al-Baqarah ayat 164).
Allah SWT berfirman:
“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan).”
(TQS Al-Hijr ayat 22).
Kuasa Allah menjadikan hujan dan angin sebagai Rahmat, kuasa Allah pula yang mampu menjadikan hujan dan angin menghancurkan rumah-rumah, longsor dan kerusakan dunia dalam bentuk lain.
Sistem sekuler kapitalis selalu berusaha mengambil keuntungan dari setiap keadaan untuk kepentingan pemilik modal, pejabat dan golongan berwenang untuk merugikan rakyat.
Derita rakyat setelah gunung meletus beberapa waktu lalu saja alih-alih peduli dan segera memberi bantuan bagi korban terdampak, malah sibuk korupsi dana bantuan, bahkan bantuan tidak langsung ditunaikan, lebih miris lagi tidak menjadikannya berita nasional.
Berbeda dengan sistem Islam kaffah dimana setiap ada musibah selalu memuhasanah para agniya, pejabat dan rakyat agar terjauh dari maksiat dan terjauh dari murka Allah. Jika pun musibah datang bantuan sosial sesegera mungkin ditunaikan. Masalah apapun ditangani langsung sampai tuntas.
Oleh karena itu mari kita ganti sistem sekuler ini dengan sistem Islam. Terus berilmu dengan Islam sebagai solusi tuntas atas segala masalah. Dakwah jamaah pada keluarga, masyarakat dan negara agar Islam kaffah diterapkan kembali seperti masa Rasulullah SAW dan para sahabat. Terus berjuang hingga kita semua sejahtera dunia akhirat.
Wallahu 'alam bissawab
